Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Namun, Yusri membeberkan bahwa hingga saat ini belum ada tersangka dalam kasus tersebut.
Jenazah korban bernama Rudhi alias Cangak bin Ong Eng diserahkan kepada keluarga, setelah Tim DVI mengidentifikasi melalui sidik jari dan rekam medis.
Tim DVI menyebut tak menemukan kesulitan saat mengidentifikasi jasad korban
POLDA Metro Jaya melakukan pembagian tiga klaster terkait dengan pemeriksaan saksi kasus kebakaran LP Kelas I Tangerang, Banten. Hingga saat ini, sudah 22 orang diperiksa sebagai saksi.
Insiden kebakaran hebat yang melanda Lapas Kelas I Tangerang menunjukkan bahwa revisi UU PAS sebagai hal yang mendesak.
Informasi yang beredar, ada narapidana yang menggunakan telpon seluler untuk berkomunikasi dengan anggota keluarganya.
Tim DVI Mabes Polri telah mengantongi puluhan sampel DNA dari pihak keluarga, yang akan digunakan untuk mencocokkan identitas korban kebakaran Lapas Tangerang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan Puslabfor Polri akan terus melakukan pendalaman terkait dengan lapas yang dilalap api.
Tim Disaster Victim Indication (DVI) Polri masih dalam proses pemeriksaan 20 jenazah korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Tangerang siang ini, Kamis (9/9).
Sebelumnya, amuk si jago merah melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas satu Tangerang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
Tanggung jawab tersebut dapat diwujudkan dengan memastikan semua hak korban maupun keluarga korban terpenuhi.
RUU Pemasyarakatan memiliki tujuan agar isu-isu terkait seperti jumlah narapidana melebihi kapasitas dan sarana di LP dapat teratasi.
Ketiganya adalah Hadiyanto bin Ramli asal Koja, Jakarta Utara, Adam Maulana bin Yusuf Hendra asal Purbaya, Sukabumi, Jakarta Barat dan Timothy Jaya Bin Siswanto asal Sabang, Tangerang.
Karenanya, jumlah korban tewas dalam kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang menjadi 44 orang.
Kasus covid-19 telah meningkat di Makedonia Utara sejak pertengahan Agustus.
Fauzi menuturkan proses identifikasi korban masih berjalan seperti melakukan pencocokan identitas dari seseorang yakni antemortem dan postmortem
Heru Widodo mengatakan apapun penyebab kebakaran tersebut harus diselediki secara komprehensif. Termasuk kalapas di lembaga tersebut juga harus dievaluasi.
Menurutnya, musibah itu banyak disebabkan oleh kesalahan manusia dan sistem.
Tidak kalah penting, standar operasional prosedur kedaruratan di LP juga perlu dilakukan sehingga peristiwa yang sama tidak terulang kembali.
Namun 40 korban lain belum diketahui karena mengalami luka yang parah sampai 65% hingga 90%.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved