Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kasus ini telah meresahkan masyarakat. Apalagi, diberitakan sudah ada 241 orang anak yang terpapar. Dan dari sejumlah itu, 131 orang anak dinyatakan tidak selamat.
DI saat kita gembira bahwa pandemi covid-19 sayup-sayup mendekati akhir, kita dikejutkan oleh merebaknya penyakit gagal ginjal akut (GGA) yang menyerang anak-anak.
Pipit tak memungkiri pendalaman itu termasuk soal dugaan pidana yang dilakukan dua perusahaan farmasi tersebut.
Dedi mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan sampel tersebut dari Kemenkes dan tengah diuji di Laboratorium Forensik Polri.
Kendati demikian, saat ini Penny masih belum bersedia menyebut dua perusahaan obat yang dimaksud.
BPOM melempar tanggung jawab pengawasan produksi obat kepada para pelaku usaha atau produsen.
Presiden Joko Widodo perlu turun tangan untuk mengevaluasi kinerja Badan POM dalam hal pengawasan dan kebijakannya.
Keempat bahan tersebut yakni propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin atau gliserol.
Terjadinya cemaran itu juga membuktikan bahwa quality control di internal management produsen obat tidak dilakukan
Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri yang turun tangan dalam menangani kasus ini. Namun, saat ini Dedi belum bisa memerinci lebih lanjut fokus tim yang dibentuk nanti.
PAKAR farmakologi dan farmasi klinik dari UGM Zullies Ikawati mengatakan, penyebab gagal ginjal akut yang dialami ratusan anak di Indonesia masih menjadi misteri.
Di tengah maraknya kasus tersebut BPOM akhirnya merilis nama lima obat sirup yang ditarik peredarannya.
informasi mengenai beberapa jenis obat yang biasa digunakan sebagai alternatif penggunaan obat sirop harus disampaikan ke masyarakat.
Sejauh ini, Kemenkes menyatakan 75% kemungkinan penyebab kematian anak yang mengidap gangguan ginjal akut ialah obat yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietlen glikol (DEG).
Dinas Kesehatan DKI juga telah melakukan sosialisais terhadap fasilitas kesehatan swasta dan apotek terkait penarikan lima obat sirop yang dilarang BPOM.
Menkes mengatakan zat kimia tersebut terdeteksi di organ pasien melalui penelitian terhadap 99 pasien balita meninggal akibat gagal ginjal di Indonesia.
Sesuai Farmakope dan standar baku nasional yang diakui, ambang batas aman atau Tolerable Daily Intake (TDI) untuk cemaran EG dan DEG sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari.
Kemenkes menginstruksikan seluruh apotek tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup untuk sementara waktu dalam mencegah penambahan kasus Gangguan Ginjal Akut pada anak.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) kembali merilis klarifikasi obat sirup yang tercemar etilen gilkol dan dietilen glikol sebagai penjelasan ke publik.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved