Upaya AS agar Italia Gantikan Iran di Piala Dunia Tuai Kritik

Irvan Sihombing
24/4/2026 14:29
Upaya AS agar Italia Gantikan Iran di Piala Dunia Tuai Kritik
Trofi Juara Piala Dunia FIFA.(Harold Cunningham/FIFA)

RENCANA Amerika Serikat menggunakan "diplomasi sepak bola" untuk memasukkan Italia ke Piala Dunia menggantikan Iran menuai reaksi pedas. Kedutaan Besar Iran di Italia menegaskan bahwa sepak bola merupakan hak rakyat yang harus diraih di lapangan. 

“Sepak bola adalah milik rakyat, bukan politisi. Italia telah mencapai kejayaan di lapangan, bukan berkat keuntungan politik. Upaya untuk mengecualikan Iran dari Piala Dunia hanya menunjukkan ‘kebangkrutan moral’ Amerika Serikat, yang bahkan takut akan kehadiran 11 pemain muda Iran di lapangan,” demikian pernyataan kedutaan, Kamis (23/4/2026).

Di sisi lain, Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, menyebut laporan tersebut sebagai sesuatu yang menyinggung. Ia menegaskan bahwa tiket ke Piala Dunia harus diperoleh melalui proses kualifikasi, bukan melalui keputusan politik.

Wacana tersebut mencuat setelah utusan khusus AS untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, mengungkapkan kepada Financial Times bahwa ia mengusulkan agar Italia menggantikan Iran di turnamen mendatang.

Laporan media itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump tengah mendorong diplomasi sepak bola sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan dengan sekutu NATO, di tengah ketegangan terkait pangkalan militer dan kritik terhadap Paus Leo XIV.

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia

Sebelumnya, Italia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina pada 31 Maret.

Kontroversi ini menyoroti potensi campur tangan politik dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola, yang selama ini menjunjung tinggi prinsip kompetisi terbuka dan fair play. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya