Manchester City Tekuk Arsenal 2-1, Pep Guardiola Enggan Jemawa di Perburuan Gelar

Dhika Kusuma Winata
20/4/2026 12:07
Manchester City Tekuk Arsenal 2-1, Pep Guardiola Enggan Jemawa di Perburuan Gelar
Pelatih Manchester City Pep Guardiola(AFP/Darren Staples)

KEMENANGAN krusial 2-1 atas Arsenal di Stadion Etihad, Minggu (19/4) malam, tidak membuat manajer Manchester City, Pep Guardiola, kehilangan pijakan. Meski hasil ini memangkas jarak menjadi tiga poin, Guardiola menegaskan bahwa perburuan gelar Liga Primer Inggris masih sangat terbuka dan jauh dari kata selesai.

The Citizens, saat ini, berada dalam posisi menguntungkan karena masih mengantongi satu tabungan pertandingan lebih banyak dibandingkan The Gunners. Jika mampu menundukkan Burnley pada laga tunda, Kamis (23/4) mendatang, City berpeluang besar menyamai poin Arsenal di puncak klasemen.

“Kami memang ada di sana, tapi faktanya siapa yang di puncak? Bukan kami. Jadi selangkah demi langkah. Tentu kami punya harapan untuk terus bersaing sampai akhir," ujar Guardiola dalam konferensi pers usai laga.

Momen Penentu Erling Haaland

Pertandingan di Stadion Etihad berlangsung dengan tensi tinggi dan ditentukan oleh margin yang sangat tipis. City sempat memimpin lebih dulu melalui aksi individu gemilang Rayan Cherki. Namun, Arsenal sempat memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan melalui Kai Havertz.

Keberuntungan tampaknya menaungi tuan rumah setelah dua peluang emas Arsenal hanya membentur tiang gawang. Erling Haaland akhirnya muncul sebagai pahlawan kemenangan lewat golnya di babak kedua yang memastikan tiga poin tetap berada di Manchester.

Statistik Pertandingan: Manchester City 2-1 Arsenal

Aspek Manchester City Arsenal
Skor Akhir 2 1
Pencetak Gol R. Cherki, E. Haaland K. Havertz
Status Klasemen Posisi 2 (Mengejar) Posisi 1 (Terancam)

Penghormatan untuk Sang Legenda, Bernardo Silva

Di tengah euforia kemenangan, Guardiola memberikan apresiasi emosional kepada Bernardo Silva. Gelandang asal Portugal tersebut telah mengonfirmasi akan meninggalkan klub pada akhir musim ini setelah sembilan tahun pengabdian yang luar biasa.

“Anda harus menulis kata legenda untuknya, bukan hanya hari ini, tetapi untuk setiap pertandingan selama sembilan tahun. Dia pemain spesial. Ke mana pun dia pergi, tim itu akan sangat beruntung,” puji Guardiola.

Dengan lima pertandingan tersisa bagi kedua tim, tekanan kini berpindah ke kubu Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta tersebut tengah mengalami tren negatif setelah menelan empat kekalahan beruntun di kompetisi domestik, sebuah situasi yang berbanding terbalik dengan momentum menanjak yang dimiliki Manchester City. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya