Guardiola Sanjung Mentalitas City Usai Menang Lawan Southampton di Piala FA

Khoerun Nadif Rahmat
26/4/2026 09:27
Guardiola Sanjung Mentalitas City Usai Menang Lawan Southampton di Piala FA
Manchester City lolos ke final Piala FA usai bangkit kalahkan Southampton 2-1. Rekor empat final beruntun tercipta, peluang treble domestik terbuka.(Manchester City)

MANCHESTER City menorehkan tinta emas sebagai tim pertama yang berhasil mencapai final Piala FA dalam empat musim beruntun.

Kepastian itu didapat setelah skuat asuhan Pep Guardiola bangkit dari ketertinggalan untuk menumbangkan Southampton 2-1 pada laga semifinal di Stadion Wembley, Santu (25/4).

Southampton nyaris menciptakan kejutan besar dan melaju ke final pertama mereka dalam 23 tahun saat Finn Azaz mencetak gol pada menit ke-79. 

Namun, Manchester City bereaksi cepat melalui gol balasan Jeremy Doku sebelum akhirnya Nico Gonzalez memastikan kemenangan lewat gol sensasionalnya.

Kesuksesan itu menjaga asa the Citizens untuk merengkuh "treble" domestik musim ini. Setelah menjuarai Piala Liga bulan lalu, City kini tengah bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Primer Inggris serta menanti pemenang antara Chelsea atau Leeds di partai puncak Piala FA.

"Tidak ada tim yang pernah mencapai empat final berturut-turut. Ini luar biasa dan mudah-mudahan kami bisa tiba dengan momentum yang baik," ujar pelatih Manchester City, Pep Guardiola dikutip dari AFP.

Guardiola sempat melakukan perjudian dengan melakukan delapan perubahan susunan pemain dari laga sebelumnya melawan Burnley. Keputusan tersebut membuat City sempat tertekan oleh permainan disiplin Southampton di babak pertama.

Perubahan arah pertandingan baru terlihat di babak kedua setelah Guardiola memasukkan tenaga baru seperti Jeremy Doku, Erling Haaland, dan Bernardo Silva dari bangku cadangan. Kehadiran para pemain pilar ini terbukti meningkatkan intensitas serangan City secara signifikan.

"Itu sulit tetapi para pemain sayap (Doku dan Savinho) ketika mereka masuk mengubah kecepatan," kata Guardiola.

Manajer asal Spanyol tersebut juga memuji kualitas penyelesaian akhir lawan sebelum akhirnya memuji balik performa anak asuhnya di sisa laga.

"Pertama kali mereka melewati garis tengah, mereka mencetak gol yang fantastis. Sepak bola selalu tidak terduga, tetapi cara kami bermain di babak kedua sangat luar biasa," pungkasnya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya