Singkirkan Southampton, Pep Guardiola Akui Duel di Wembley Berjalan Sangat Sulit

Thalatie K Yani
26/4/2026 04:49
Singkirkan Southampton, Pep Guardiola Akui Duel di Wembley Berjalan Sangat Sulit
Sempat tertinggal, Manchester City sukses melaju ke final FA Cup. Pep Guardiola puji dampak instan Jeremy Doku dan mentalitas pantang menyerah skuadnya.(Manchester City)

MANAJER Manchester City, Pep Guardiola, mengakui kemenangan timnya atas Southampton di semifinal FA Cup tidak diraih dengan mudah. Skuad The Citizens harus berjuang ekstra keras sebelum akhirnya memastikan tiket ke final melalui drama di menit-menit akhir pertandingan di Stadion Wembley.

Southampton, yang datang dengan rekor 19 laga tak terkalahkan dan sempat menyingkirkan Arsenal di babak sebelumnya, sempat mengejutkan City. Tim divisi Championship tersebut unggul lebih dulu pada menit ke-79 dan tampak berada di jalur yang tepat untuk menciptakan kejutan besar lainnya. Namun, gol dari Jeremy Doku dan sepakan indah Nico Gonzalez tiga menit sebelum waktu normal berakhir membalikkan keadaan.

Pengaruh Besar Pemain Cadangan

Kemenangan ini membawa Manchester City mencatatkan rekor dengan mencapai final FA Cup untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Usai laga, Guardiola menekankan dirinya sudah memprediksi perlawanan sengit dari sang lawan.

“Mereka tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan, jadi saya tidak pernah berpikir laga ini akan mudah,” ujar Pep Guardiola.

Guardiola juga menjelaskan keputusannya untuk tidak menurunkan Jeremy Doku dan Savinho sejak awal laga. Menurutnya, energi yang mereka bawa di babak kedua menjadi kunci perubahan permainan, sekaligus menjadi langkah pencegahan cedera di tengah jadwal yang sangat padat.

“Energi yang kami miliki di babak kedua dari Jeremy dan Savinho [sangat membantu], namun jika mereka bermain sejak awal, mereka tidak akan memiliki energi seperti itu. Sebab, bagi Jeremy, terutama ketika Anda bermain setiap tiga hari sekali, risiko cederanya sangat besar,” tambahnya.

Dominasi yang Terbayar

Meski sempat tertinggal, Guardiola memuji dominasi timnya, terutama di babak kedua. Ia merasa City bermain di level tertinggi, meski sempat kurang klinis saat berada di area penalti lawan.

“Babak pertama tidak buruk, kami tidak memberikan banyak peluang. Di babak kedua, kami bermain di level yang sama seperti saat melawan Burnley, namun sayangnya ketika sampai di kotak penalti, kami tidak cukup klinis. Anda harus menunggu gelandang bertahan untuk mencetak gol yang luar biasa, dan Jeremy dengan gol pertama,” jelas Pep.

Guardiola juga memberikan apresiasi khusus bagi perkembangan Jeremy Doku dalam dua musim terakhir. Ia menilai pemain sayap tersebut telah menjadi ancaman nyata yang sulit dihentikan dalam situasi satu lawan satu.

Menatap Partai Final

Meski menang lewat proses yang dramatis, termasuk gol penyama kedudukan yang sempat berbelok arah, Guardiola menganggap hasil ini adalah buah dari kerja keras dan banyaknya peluang yang tercipta.

“Sepak bola memang tidak terduga. Kredit besar untuk cara mereka bertahan dan bermain. Namun sekali lagi, tim di babak kedua benar-benar luar biasa. Kami menciptakan peluang demi peluang,” pungkasnya.

Manchester City kini menanti pemenang antara Chelsea atau Leeds United untuk mereka hadapi di partai puncak yang akan digelar beberapa pekan mendatang. (Manchester City/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya