Gol Spektakuler Finn Azaz Belum Cukup Singkirkan Manchester City

Thalatie K Yani
26/4/2026 10:55
Gol Spektakuler Finn Azaz Belum Cukup Singkirkan Manchester City
Finn Azaz mencetak gol spektakuler di Wembley, namun Manchester City berhasil membalikkan keadaan. (Southampton)

GELANDANG Southampton, Finn Azaz, merasakan campur aduk emosi setelah timnya nyaris menciptakan kejutan besar di semifinal Emirates Piala FA. Meski sempat mencetak gol indah yang membuat 36.000 pendukung The Saints bersorak, mimpi mereka untuk melangkah ke final harus sirna akibat kebangkitan dramatis Manchester City.

Pertandingan di Stadion Wembley tersebut berjalan alot tanpa gol di babak pertama, meski gol pemain Southampton, Leo Scienza, sempat dianulir karena offside. Memasuki babak kedua, Southampton berhasil meredam gempuran City hingga momen jenius Azaz tiba pada menit ke-79.

Menerima umpan dari Kuryu Matsuki, pemain internasional Republik Irlandia itu melakukan gerakan memutar dan melepaskan tembakan instan dari jarak 20 yard. Bola menghujam gawang City dan membuat tribun "tembok kuning" suporter Southampton meledak dalam kegembiraan.

Momen Insting yang Luar Biasa

Mengenang gol tersebut, pemain bernomor punggung 10 ini mengaku semuanya terjadi berdasarkan insting murni tanpa banyak berpikir.

"Sejujurnya saya tidak ingat detail kejadiannya. Saya hanya ingat bola lepas dan saya pikir 'saya bebas di sini', lalu insting yang bekerja. Tidak ada pemikiran rumit. Itu adalah momen yang gila, salah satu momen terbaik dalam karier saya," ungkap Azaz usai pertandingan.

Sayangnya, perayaan suporter Southampton hanya bertahan tiga menit. Jérémy Doku menyamakan kedudukan melalui tembakan yang berbelok arah, sebelum akhirnya Nico González mengunci kemenangan City lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-87.

Bangga dengan Mentalitas Tim

Meski gagal mengulang kesuksesan klub pada tahun 1976 tepat di peringatan 50 tahun sejarah tersebut, Azaz mengaku tetap bangga dengan perjuangan rekan-rekannya. Ia menegaskan The Saints datang ke Wembley dengan rencana permainan yang jelas untuk menang.

"Perasaan saya campur aduk. Tentu saja sangat kecewa karena harus tersingkir, terutama saat laga tersisa 10 menit saya pikir kami punya sesuatu untuk dipertahankan. Namun, saya sangat bangga dengan cara kami tampil sebagai tim," ujarnya.

Menurut Azaz, mentalitas kuat yang ditunjukkan timnya berawal dari instruksi sang manajer. Keberhasilan mereka merepotkan tim sekelas Manchester City menjadi bukti Southampton mampu bersaing dengan tim manapun.

"Kami berhadapan langsung dengan salah satu tim terbaik di dunia. Mentalitas itu sudah ada sejak kami mengalahkan Fulham dan Arsenal. Laga ini semakin memperkuat keyakinan bahwa kami bisa mengalahkan siapa pun," pungkas Azaz.

Kekalahan ini memang menyakitkan, namun performa heroik di Wembley menjadi pesan kuat  Southampton memiliki mentalitas baja untuk menghadapi tantangan di sisa musim ini. (Southampton/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya