Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYANG-BAYANG kegagalan di Liga Primer Inggris kembali menghantui Arsenal. Kekalahan tipis 1-2 dari Manchester City di Stadion Etihad pada Minggu (19/4) menjadi pukulan psikologis berat yang berpotensi mengubur mimpi juara The Gunners setelah puasa gelar selama 22 tahun.
Secara matematis, Arsenal memang masih memuncaki klasemen dengan keunggulan tiga poin atas City. Namun, posisi tersebut sangat rawan karena Manchester City masih mengantongi satu laga tunda melawan Burnley. Jika tim asuhan Pep Guardiola memenangkan laga tunda tersebut, mereka berpeluang besar merebut takhta klasemen berkat keunggulan selisih gol atau momentum yang lebih kuat.
Performa Arsenal justru melorot di momen yang paling menentukan. Tim besutan Mikel Arteta kini tercatat hanya meraih satu kemenangan dalam enam laga terakhir dengan empat di antaranya berakhir dengan kekalahan di kompetisi domestik. Tren ini seolah menjadi ulangan pahit dari dua musim sebelumnya, di mana Arsenal selalu disalip City di pekan-pekan terakhir.
Statistik mempertegas kontras antara kedua manajer di fase krusial. Pep Guardiola dikenal sangat tajam di bulan April dengan catatan 31 kemenangan dari 39 laga Liga Primer. Sebaliknya, Arteta hanya mencatat 11 kemenangan dari 27 pertandingan pada periode yang sama.
Mikel Arteta menilai kekalahan dari City lebih disebabkan oleh faktor efektivitas ketimbang permainan secara keseluruhan. Arsenal sempat merespons cepat gol pembuka City yang dicetak Rayan Cherki (16') melalui gol balasan Kai Havertz dua menit kemudian.
"Kami menunjukkan mampu bersaing, tetapi kenyataannya perbedaan terjadi di dalam kotak penalti. Di sana dibutuhkan ketepatan dan eksekusi sempurna. Hal-hal kecil itulah yang menentukan," ujar Arteta.
Kai Havertz menjadi sorotan karena gagal mengonversi dua peluang emas di babak kedua, termasuk situasi satu lawan satu dengan kiper. Di sisi lain, City tampil sangat efisien. Meski tidak dominan sepanjang laga, Erling Haaland membuktikan insting predatornya dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-65.
Mantan kapten Arsenal, Patrick Vieira, turut menyoroti perbedaan kualitas individu dan mentalitas kedua tim. Menurutnya, tekanan kini sepenuhnya berada di pundak para pemain muda Arsenal.
"Anda bisa melihat perbedaannya di lapangan. Pemain-pemain top membuat perbedaan hari ini. Saya selalu mempertanyakan kekuatan mental tim ini dan hasil ini membuat pertanyaan itu semakin besar," tegas Vieira.
Kini, kendali perburuan gelar juara telah bergeser ke tangan Manchester City. Jika Arsenal tidak segera menemukan kembali ketajaman dan ketenangan mereka, musim ini berisiko menjadi pengulangan sejarah yang menyakitkan sebagai tim yang nyaris juara. (I-2)
Bek John Stones resmi umumkan hengkang dari Manchester City akhir musim ini dengan status bebas transfer setelah 10 tahun mengabdi di Stadion Etihad.
Arsenal kembali ke puncak klasemen Liga Primer Inggris usai tekuk Newcastle United. Sementara itu, Tottenham Hotspur masih tertahan di zona merah pekan ke-34.
Finn Azaz mencetak gol spektakuler di Wembley, namun Manchester City berhasil membalikkan keadaan.
Manchester City lolos ke final Piala FA usai bangkit kalahkan Southampton 2-1. Rekor empat final beruntun tercipta, peluang treble domestik terbuka.
Nico Gonzalez menjadi pahlawan kemenangan Manchester City atas Southampton di semifinal Piala FA.
Sempat tertinggal, Manchester City sukses melaju ke final FA Cup. Pep Guardiola puji dampak instan Jeremy Doku dan mentalitas pantang menyerah skuadnya.
Kepastian ini didapatkan setelah Arsenal bermain imbang 0-0 pada leg kedua babak perempat final melawan Sporting CP di Stadion Emirates, Kamis dini hari WIB.
Mikel Arteta tegaskan Arsenal incar kemenangan atas Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 demi gelar perdana.
Prediksi Atletico Madrid vs Arsenal di semifinal Liga Champions. Diego Simeone hadapi Mikel Arteta di Civitas Metropolitano.
Catatan masa lalu memang belum berpihak. Final satu-satunya pada 2006 berakhir pahit saat takluk dari Barcelona.
Arsenal kembali ke puncak klasemen usai menang 1-0 atas Newcastle. Mikel Arteta soroti keputusan wasit yang dinilai merugikan dalam perburuan gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved