Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAPUA sukses mengunci tiket final sepak bola putra PON XX seusai menumbangkan Kalimantan Timur (Kaltim) dengan skor 5-1. Pada partai final, skuad asuhan Eduard Ivakdalam menjanjikan permainan menyerang saat melawan tim Aceh.
Bermain di Stadion Mandala, Jayapura, pada Selasa (12/10) sore WIT, tim Kaltim berhasil unggul terlebih dahulu pada menit ke-18. Tepatnya, setelah pemain Papua, Arie Wakoem, mencetak gol bunuh diri akibat salah mengantisipasi tendangan bebas.
Tertinggal satu gol, Papua langsung meningkatkan tempo serangan. Usaha Papua untuk menyamakan kedudukan akhirnya berbuah hasil. Itu berkat sepakan penalti Ricky Ricardo Cawor pada menit ke-42.
Baca juga: Wapres Direncanakan akan Menutup PON XX
Pada babak kedua, Papua tampil lebih dan mendominasi permainan. Mereka mencetak empat gol tambahan melalui I Nyoman Nikson (65'), Arodi Aopdana (72'), Ricky Cawor (77') dan Samuel Gideon Balinsa (87').
"Saya puas bisa cetak 5 gol. Babak pertama mungkin anak-anak kelelahan, karena istirahat cuma satu hari. Sedangkan Kaltim beberapa hari," tutur pelatih tim sepak bola putra Papua Eduard Ivakdalam seusai pertandingan.
"Pada babak kedua, anak-anak punya motivasi yang tinggi. Mereka harus jawab sesuatu karena tribun dipenuhi masyarakat Papua," imbuhnya.
Legenda Persipura itu menilai pemulihan fisik pemain menjadi faktor yang diperhatikan untuk partai final. Apalagi, jeda waktu istirahat hanya satu hari untuk berlaga di partai puncak. Kekuatan di lini tengah juga menjadi perhatian. Sebab, Aceh punya taktik bertahan yang baik.
Baca juga: 7 Atlet PON Dikabarkan Kabur dari Tempat Karantina, Ini Jawaban Menpora
"Di posisi gelandang pada babak pertama kendor. Kita sulit kembangkan permainan, karena jaraknya terputus antara penyerang gelandang dan belakang. Ini akan jadi evaluasi kami," jelas Edu, sapaan karibnya.
Sementara itu, Aceh melaju ke final setelah mengalahkan Jawa Timur dengan skor 2-1 dalam pertandingan semifinal di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura. Pada penyisihan grup, Papua dan Aceh sudah pernah bertemu. Saat itu, tuan rumah unggul tipis 1-0.
Lebih lanjut, Edu meminta anak asuhnya untuk menunjukan permainan ofensif saat melawan tim asuhan Fakhri Husaini pada 14 Oktober mendatang. Trio penyerang Papu, yaitu M. Arody Uopdana, Jefron Sitawa dan Ricky Ricardo Cawor, akan menjadi juru gedor dengan formasi 4-3-3.(OL-11)
Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menegaskan laga kontra Persita Tangerang di pekan ke-22 Super League 2025/26 akan berjalan sulit meski dimainkan di Stadion GBLA.
PSMS Medan menang 3-1 atas Sumsel United dalam laga Pegadaian Championship di Stadion Utama Sumatra Utara, Sabtu (14/2). Felipe Cadenazzi cetak dua gol.
Persija Jakarta fokus memulihkan mental pemain jelang laga tandang kontra Bali United di pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.
Semen Padang FC menargetkan mencuri poin saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2), guna memperbesar peluang keluar dari zona degradasi BRI Super League.
Ezequiel Vidal mencetak dua gol saat PSIM Yogyakarta menahan imbang Persik Kediri 2-2 di Stadion Gelora Joko Samudro. Hasil ini menjaga posisi PSIM di papan tengah klasemen.
Sumsel United membidik kemenangan atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara demi menjaga peluang promosi ke Super League. Laga krusial penentuan tiga besar.
Polresta Banda Aceh menangkap terduga pelaku penganiayaan balita di Daycare Baby Preneur. Kasus terungkap setelah rekaman CCTV viral di media sosial.
TIGA pendulang emas tradisional di aliran sungai kawasan Cot Kuala, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, hanyut terbawa arus besar.
Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan. Ini adalah pertemuan rasa, pertemuan hati, dan pertemuan sejarah
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Program Amanah luncurkan Future Leaders Bootcamp di Aceh Besar untuk mencetak generasi unggul melalui kewirausahaan dan kepemimpinan berkarakter.
Saat menjadi narasumber pada seminar itu, Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Tengah selama ia memimpin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved