Prabowo Tegaskan Penanganan Sampah Jadi Prioritas Nasional dalam 3 Tahun

M Ilham Ramadhan Avisena
28/4/2026 17:39
Prabowo Tegaskan Penanganan Sampah Jadi Prioritas Nasional dalam 3 Tahun
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengendalian sampah nasional tuntas dalam 3 tahun.(Dok. BPMI Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengolahan sampah kini telah ditetapkan sebagai prioritas nasional. Pemerintah menargetkan pengendalian sampah di seluruh wilayah Indonesia dapat tuntas dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026). Presiden menyatakan dukungan penuh pusat terhadap inovasi daerah dalam mengelola limbah.

“Sampah, pengolahan sampah, sekarang jadi prioritas nasional. Dalam 2 sampai 3 tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Dukungan Anggaran Pusat

Presiden mengungkapkan bahwa model pengelolaan sampah seperti di TPST BLE Banyumas mulai diadopsi oleh daerah lain. Berdasarkan laporan Gubernur Jawa Tengah, sedikitnya 13 kabupaten di provinsi tersebut tengah mengembangkan model serupa. Untuk mempercepat progres tersebut, pemerintah pusat akan mengucurkan bantuan langsung.

“Jadi ini nanti kita dari pemerintah pusat akan mendorong, dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan, perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif,” tegasnya.

Presiden juga mengapresiasi target Pemerintah Kabupaten Banyumas yang mencanangkan program zero waste to money pada 2028. Ia optimistis sinergi antara pusat dan daerah akan mempercepat pencapaian target tersebut.

Inovasi Genteng dari Sampah

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo secara khusus menyoroti produk turunan dari pengolahan sampah berupa genteng. Menurutnya, inovasi ini memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dengan program bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat kurang mampu.

“Gentingnya lumayan efektif. Gentengnya cukup murah dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah. Anggaran perbaikan rumah sekarang, 1 rumah Rp20 juta. Jadi ini satu rumah kita perhitungkan 4 sampai Rp5 juta  untuk gentingnya,” jelas Presiden.

Langkah ini juga dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan atap seng yang dinilai kurang sehat karena risiko karat dan kurang estetis. Presiden berharap penggunaan material hasil olahan sampah yang lebih berkualitas dapat meningkatkan standar hunian sekaligus mempercantik wajah lingkungan di Indonesia.

“Kita akan kembalikan Indonesia menjadi Indonesia yang benar-benar indah. Jadi pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya