NasDem Kritik Sampul Tempo, Nova Paloh Sebut tak Etis dan Merugikan Citra Partai

Mohamad Farhan Zhuhri
15/4/2026 13:02
NasDem Kritik Sampul Tempo, Nova Paloh Sebut tak Etis dan Merugikan Citra Partai
Nova Paloh dari NasDem mengkritik sampul Majalah Tempo, menyebutnya tidak etis dan merugikan citra partai.(MI/Mohamad Farhan Zhuhri)

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh, menyampaikan kritik terhadap pemberitaan majalah Tempo, khususnya pada tampilan sampul depan yang dinilai tidak mencerminkan etika jurnalistik dan merugikan citra Partai NasDem. Nova menilai visual pada sampul tersebut membangun persepsi publik yang salah tentang partainya, terutama terkait figur ketua umum.

Menurut Nova, cover depan memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik, dan untuk itu ia merasa sangat kecewa dengan ilustrasi yang dianggapnya kurang pantas dan tidak etis.

"Yang kami kritisi secara mendalam itu justru cover depannya. Bagi kami dari NasDem, itu kurang pantas, kurang etis kalau kami diperlakukan seperti itu," ujar Nova dalam wawancaranya dengan Media Indonesia, Rabu (15/4).

Ia juga menyoroti pemberitaan Tempo terkait isu dugaan merger antara NasDem dan Partai Gerindra. Menurutnya, sampai saat ini tidak ada pembahasan resmi di internal partai mengenai hal itu. "Saya kira belum ada pembicaraan apapun soal merger. Kita juga tidak tahu Tempo mendapat informasi itu dari mana, bagaimana validasinya," ungkapnya.

Nova juga menegaskan bahwa istilah 'merger' tidak tepat digunakan dalam konteks politik. Ia menyebutkan bahwa istilah tersebut lebih lazim digunakan dalam dunia korporasi, bukan dalam dunia politik.

"Merger itu istilah perusahaan, bukan partai politik. Kita ini bukan perusahaan," tegasnya.

Meski demikian, Nova mengakui bahwa Tempo telah membuka ruang untuk klarifikasi terkait pemberitaan tersebut. NasDem pun berencana memanfaatkan kesempatan itu untuk meluruskan informasi yang dianggap tidak sesuai.

Namun, Nova menegaskan bahwa keberatan utama pihaknya terletak pada aspek visual sampul yang dinilai telah menciptakan framing awal yang keliru di mata publik. "Cover depan itu kan kesan pertama yang dilihat masyarakat. Di situ letak kekecewaan kami," tambahnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya