Aboe Bakar Akui Salah, Singgung Ulama Madura Diduga Terlibat Peredaran Narkotika

mediaindonesia.com
14/4/2026 16:10
Aboe Bakar Akui Salah, Singgung Ulama Madura Diduga Terlibat Peredaran Narkotika
Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan permohonan maaf sambil menitikkan air mata usai diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait pernyataannya yang menyinggung ulama dan tokoh agama di Pulau Madura.(Antara)

ANGGOTA Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan permohonan maaf sambil menitikkan air mata usai diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait pernyataannya yang menyinggung ulama dan tokoh agama di Pulau Madura.

Dalam dapat Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (7/4), Aboe Bakar mengatakan bahwa BNN harus berkolaborasi dengan lembaga lainnya, dan mempelajari cara kerja peredaran narkotika, yang sudah merambah ke berbagai lapisan.

Dia pun mencontohkan bahwa diduga ada ulama-ulama dan pesantren-pesantren di Madura yang terlibat dengan narkotika. Dia pun meminta kepada BNN untuk mengecek dan mengonfirmasi kebenaran informasi itu.

"Saya khawatir yang bermain-main ini yang punya posisi atau pebisnis besar," kata Aboe ketika itu Selasa (7/4).

Ia pun mengaku salah atas ucapannya tersebut karena bahasa yang digunakannya bisa menciptakan banyak persepsi. Aboe sampai harus menjalani pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI karena ucapannya itu.

"Mulai dari Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. Warga Madura, ulama-ulama, tokoh-tokoh masyarakat semua. Saya harus mengatakan saya minta maaf," kata Aboe di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dia pun mengaku sudah memberikan keterangan kepada MKD DPR RI dalam pemanggilan tersebut. Dia mengatakan tidak ada niat untuk menyudutkan ulama dan pesantren di Madura.

"Perlu saya jelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan agar BNN untuk membantu agar narkoba tidak masuk ke wilayah-wilayah pesantren dan masyarakat," katanya.

Dia menegaskan ulama dan pesantren adalah pilar utama dalam menjaga moral dan akhlak bangsa. Dalam konteks pemberantasan narkoba, menurut dia, peran ulama sangat strategis sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan.

"Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih berbaik hati dalam menyampaikan, lebih berhati-hati, maksud saya, dalam menyampaikan pandangan di ruang publik," kata dia. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya