Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), terus memantau dengan cermat perkembangan situasi keamanan di Libanon, yang kembali memanas, terutama terkait keselamatan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Rico Ricardo Sirait, memastikan bahwa seluruh personel TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) berada di bawah koordinasi dan perlindungan sistem komando PBB.
"Seluruh personel TNI berada di bawah sistem komando PBB, dan mereka menjalankan tugas sesuai dengan mandat serta rules of engagement yang berlaku," tegas Rico dalam wawancaranya dengan Media Indonesia, Kamis (9/4).
Dia menjelaskan bahwa berbagai langkah mitigasi telah diterapkan guna mengantisipasi potensi eskalasi konflik di wilayah tersebut. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan kewaspadaan, penyesuaian prosedur pengamanan, dan koordinasi intensif dengan markas UNIFIL serta negara-negara kontributor pasukan lainnya.
"Mitigasi terus dilaksanakan, termasuk peningkatan kewaspadaan dan penyesuaian pengamanan, serta koordinasi erat dengan markas UNIFIL dan negara penyumbang pasukan," ungkap Rico.
Terkait dengan potensi skenario darurat, seperti evakuasi atau relokasi pasukan ke wilayah yang lebih aman, Rico menjelaskan bahwa hal ini sudah menjadi bagian dari mekanisme standar yang disiapkan oleh PBB. Meski demikian, keputusan resmi dari pemerintah Indonesia terkait hal ini masih menunggu perkembangan situasi.
"Terkait skenario kontinjensi, termasuk kemungkinan relokasi pasukan atau langkah darurat lainnya, hal tersebut sudah menjadi bagian dari mekanisme standar PBB yang selalu disiapkan dan akan dijalankan sesuai dengan situasi lapangan," ujar Rico.
Walaupun situasi keamanan di Libanon terus berubah, Kemenhan tetap berkomitmen untuk berkontribusi pada misi perdamaian dunia sambil mengutamakan keselamatan prajurit Indonesia.
"Indonesia tetap berkomitmen pada misi perdamaian dunia, dengan menjadikan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan," tutupnya.
Pada Rabu (8/4), serangan udara Israel di Libanon menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang lainnya. Serangan ini menandai eskalasi baru di kawasan yang sedang dilanda ketegangan. Serangan udara tersebut menghantam sejumlah wilayah di Beirut dan sekitarnya, beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Militer Israel menyebut serangan ini sebagai salah satu yang terbesar dan terkoordinasi sejak dimulainya kampanye militer terbaru di Libanon pada 2 Maret. Tel Aviv menegaskan bahwa serangan ini ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah. (Z-10)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved