Eskalasi Libanon Meningkat, Kemenhan Pertahankan Perlindungan PBB untuk Prajurit TNI

Devi Harahap
09/4/2026 17:39
Eskalasi Libanon Meningkat, Kemenhan Pertahankan Perlindungan PBB untuk Prajurit TNI
Kemenhan pastikan perlindungan prajurit TNI di Libanon melalui sistem komando PBB.(Dok. AFP)

PEMERINTAH melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), terus memantau dengan cermat perkembangan situasi keamanan di Libanon, yang kembali memanas, terutama terkait keselamatan prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Rico Ricardo Sirait, memastikan bahwa seluruh personel TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) berada di bawah koordinasi dan perlindungan sistem komando PBB.

"Seluruh personel TNI berada di bawah sistem komando PBB, dan mereka menjalankan tugas sesuai dengan mandat serta rules of engagement yang berlaku," tegas Rico dalam wawancaranya dengan Media Indonesia, Kamis (9/4).

Dia menjelaskan bahwa berbagai langkah mitigasi telah diterapkan guna mengantisipasi potensi eskalasi konflik di wilayah tersebut. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan kewaspadaan, penyesuaian prosedur pengamanan, dan koordinasi intensif dengan markas UNIFIL serta negara-negara kontributor pasukan lainnya.

"Mitigasi terus dilaksanakan, termasuk peningkatan kewaspadaan dan penyesuaian pengamanan, serta koordinasi erat dengan markas UNIFIL dan negara penyumbang pasukan," ungkap Rico.

Terkait dengan potensi skenario darurat, seperti evakuasi atau relokasi pasukan ke wilayah yang lebih aman, Rico menjelaskan bahwa hal ini sudah menjadi bagian dari mekanisme standar yang disiapkan oleh PBB. Meski demikian, keputusan resmi dari pemerintah Indonesia terkait hal ini masih menunggu perkembangan situasi.

"Terkait skenario kontinjensi, termasuk kemungkinan relokasi pasukan atau langkah darurat lainnya, hal tersebut sudah menjadi bagian dari mekanisme standar PBB yang selalu disiapkan dan akan dijalankan sesuai dengan situasi lapangan," ujar Rico.

Walaupun situasi keamanan di Libanon terus berubah, Kemenhan tetap berkomitmen untuk berkontribusi pada misi perdamaian dunia sambil mengutamakan keselamatan prajurit Indonesia.

"Indonesia tetap berkomitmen pada misi perdamaian dunia, dengan menjadikan keselamatan prajurit sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan," tutupnya.

Pada Rabu (8/4), serangan udara Israel di Libanon menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang lainnya. Serangan ini menandai eskalasi baru di kawasan yang sedang dilanda ketegangan. Serangan udara tersebut menghantam sejumlah wilayah di Beirut dan sekitarnya, beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Militer Israel menyebut serangan ini sebagai salah satu yang terbesar dan terkoordinasi sejak dimulainya kampanye militer terbaru di Libanon pada 2 Maret. Tel Aviv menegaskan bahwa serangan ini ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya