Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi III DPR RI Benny K. Harman, menilai ada upaya delegitimasi pemerintah dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Ia juga mendukung usulan masyarakat sipil agar pemerintah membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Menurut Benny, TGPF yang melibatkan berbagai institusi terkait dan tokoh penting akan menjadi bukti nyata komitmen Presiden dalam menjaga kualitas demokrasi.
"Pembentukan Tim Pencari Fakta ini penting untuk menciptakan kredibilitas dan menjadi ujian komitmen Bapak Presiden Prabowo. Ini adalah jalan untuk membongkar kasus ini secara terang-benderang dan memutus rantai intimidasi terhadap mereka yang memiliki pandangan berbeda dengan kekuasaan," ujarnya di Jakarta, Selasa (31/3).
Ia menilai kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan merupakan tindak pidana biasa.
Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai operasi politik yang bertujuan menciptakan rasa takut di masyarakat sipil sekaligus upaya untuk mendelegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Benny mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang tegas menyebut aksi penyiraman tersebut sebagai bentuk terorisme. Namun, ia mencurigai ada kelompok tertentu yang sengaja ingin merusak citra dan kewibawaan Presiden Prabowo di mata publik.
"Saya yakin ada kekuatan, ada kelompok yang ingin mendelegitimasi kekuasaan Presiden Prabowo. Bahkan menurut saya tujuan utamanya adalah bagaimana supaya pemerintahan Presiden Prabowo ini kehilangan legitimasinya. Jadi membangun citra buruk tentang Presiden Prabowo," ujar Benny.
Politikus Partai Demokrat itu kemudian mempertanyakan sejauh mana perintah Presiden Prabowo akan dieksekusi oleh aparat penegak hukum. Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo harus dijawab dengan hasil penyidikan yang konkret dan transparan.
"Masalahnya adalah, apakah perintah Presiden ini akan sungguh-sungguh dilaksanakan oleh institusi penegak hukum atau tidak? Pertanyaan yang kedua, apakah institusi kepolisian yang diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk mengusut tuntas kasus ini, punya kemampuan, punya sarana dan prasarana yang cukup untuk itu atau tidak?" ucap dia. (H-4)
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengungkap kondisi kesehatan aktivis KontraS Andrie Yunus yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSCM setelah disiram air keras.
Hasanuddin menjelaskan bahwa persoalan ini berakar pada belum adanya revisi terhadap Undang-Undang tentang Peradilan Militer.
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengirimkan surat pada TNI memeriksa empat tersangka kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus
TIM advokasi untuk Demokrasi mendatangi Bareskrim Polri melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus mendorong pengusutan dengan pasal terorisme
AKTIVIS yang juga Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus berterima kasih pada publik yang telah memberi dukungan dan mengawal kasus penyiraman air keras
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Benny K. Harman menegaskan RUU Perampasan Aset tidak boleh disalahartikan sebagai alat bagi aparat penegak hukum untuk menyita aset secara sewenang-wenang
Jika KPK menemukan dugaan penyalahgunaan, maka lembaga antirasuah itu perlu untuk mengklarifikasi.
Kejagung berbeda dengan lembaga hukum lain seperti Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, hanya Kejagung yang berani mengungkap korupsi timah.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah ditakuti oleh DPR di masa lalu karena berhasil menangkap Ketua DPR hingga wakil Tuhan atau Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
ANGGOTA Komisi III DPR RI Benny K Harman mengkritik kinerja Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dewas dinilai seperti macan ompong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved