Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan suap terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Hari ini, Selasa (31/3), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga pengusaha rokok besar.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa agenda pemeriksaan berlangsung di markas lembaga antirasuah. "Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," ujar Budi melalui keterangan tertulisnya.
Adapun ketiga pengusaha rokok yang dipanggil penyidik adalah Liem Eng Hwie (LEW), Rokhmawan (RKN), dan Benny Tan (BT). Selain kalangan pengusaha rokok, penyidik juga memanggil dua orang wiraswasta, yakni Sri Pangestu alias Tuti (SR) dan Eka Wahyu Widyastuti (EWW), untuk dimintai keterangannya.
Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan kasus rasuah importasi di lingkungan Ditjen Bea Cukai. Sebelumnya, KPK telah melakukan upaya paksa dengan menangkap pegawai Ditjen Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BPP).
Budiman langsung digelandang ke Gedung Merah Putih KPK sesaat setelah ditangkap. Sebelum penangkapan dilakukan, status Budiman memang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam pusaran kasus ini, yang melibatkan pejabat teras di Bea Cukai hingga pihak swasta:
Para tersangka diduga kuat terlibat dalam praktik suap untuk memuluskan proses importasi barang yang masuk melalui jalur Bea Cukai. Penyelidikan masih terus berkembang untuk menelusuri aliran dana dan potensi keterlibatan pihak lainnya.
(P-4)
Upaya penyelundupan hampir 40 ribu benih lobster di Bandara Juanda berhasil digagalkan. Pelaku gunakan modus baru dengan handuk basah, nilai mencapai Rp1 miliar.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kantor wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita enam barang dari Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan menyita sejumlah barang bukti.
KPKĀ sedang mengevaluasi alasan ketidakhadiran para pengusaha tersebut pada pemanggilan pertama.
Kasus dugaan korupsi cukai yang menyeret oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) dinilai menjadi momentum penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved