Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabar mengejutkan datang dari Provinsi Bengkulu. Belum genap satu tahun menikmati kursi kepemimpinan, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Hendri Praja terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (9/3/2026) malam.
Penangkapan ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mengapa pimpinan daerah yang baru dilantik pada 20 Februari 2025 lalu ini bisa begitu cepat terperosok dalam lubang korupsi? Berikut adalah analisis dan fakta-fakta di balik skandal suap proyek di Rejang Lebong.
Tim penindakan KPK melakukan operasi senyap di beberapa titik di Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu. Dalam operasi tersebut, total 13 orang diamankan, termasuk unsur kepala daerah, ASN, dan pihak swasta. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan fee proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
"Kemudian, dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim selain mengamankan sejumlah pihak, juga mengamankan barang bukti, di antaranya dokumen, barang bukti elektronik, dan juga uang tunai," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Hingga Selasa (10/3/2026) pagi, sembilan orang termasuk Bupati dan Wakil Bupati telah diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Penyidik juga menyegel ruang kerja Bupati dan menyita sejumlah uang serta dokumen penting sebagai barang bukti.
Muhammad Fikri Thobari bukan orang baru di dunia usaha. Sebelum memenangi Pilkada 2024, ia dikenal sebagai pengusaha properti sukses yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bukit Juvi Group dan Ketua DPD PAN Rejang Lebong. Latar belakangnya sebagai pengusaha awalnya diharapkan mampu membawa efisiensi dalam pembangunan daerah.
Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan saat mencalonkan diri, Fikri memiliki kekayaan mencapai Rp19,5 miliar. Sebagian besar hartanya berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Bengkulu dan Rejang Lebong. Ironisnya, keterlibatannya dalam dugaan suap proyek infrastruktur justru menunjukkan adanya celah kerawanan pada sektor yang sangat ia kuasai sebagai pengusaha properti.
| Pihak Diamankan | 13 Orang (9 Dibawa ke Jakarta) |
| Dugaan Kasus | Suap Proyek Infrastruktur (Fee Proyek) |
| Lokasi Penggeledahan | Kantor Bupati, Rumah Dinas, Dinas PUPR |
Secara administratif, Muhammad Fikri Thobari masih menjabat sebagai Bupati. Namun, pasca-penangkapan, Sekda Iwan Sumantri memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal dan koordinasi pemerintahan akan menunggu instruksi dari Kemendagri terkait penunjukan Pelaksana Tugas (Plt).
KPK belum merinci nominal pasti uang yang disita, namun dipastikan barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan Rupiah dan dokumen proyek telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Muhammad Fikri Thobari merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pilkada 2024, ia berpasangan dengan Hendri (Wabup) dan berhasil meraih suara mayoritas masyarakat Rejang Lebong.
Tertangkapnya Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong secara bersamaan menjadi catatan kelam bagi birokrasi di Bengkulu. Meski pelayanan publik dijamin tetap berjalan oleh Sekda, kepercayaan masyarakat kini berada di titik nadir. Skandal ini menjadi pengingat keras bahwa pengawasan terhadap proyek-proyek daerah harus diperketat sejak tahun pertama kepemimpinan.
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
KPK mengungkap motif di balik kasus dugaan suap ijon proyek Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari yang tertangkap saat OTT yakni ia mematok fee proyek untuk THR dan lebaran
KPK melakukan OTT terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab. Total 9 orang diamankan, termasuk ASN dan pihak swasta.
Mengenal Septian Riki (Septian Andriki), aktivis Rejang Lebong yang mendedikasikan 13 tahun menjaga Rafflesia. Simak kisah inspiratif sang penjaga puspa langka.
Jelajahi habitat asli Rafflesia di Rejang Lebong. Temukan lokasi mekarnya Rafflesia arnoldii di Desa Selamat Sudiarjo dan tips wisata edukasi terbaru.
Jelajahi kekayaan budaya Suku Rejang, keindahan alam Curup, dan kelezatan kopi Robusta terbaik dari Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved