Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMAHNYA fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Tanpa pengawasan yang kuat dan berjalan efektif, berbagai konsep transformasi yang disusun berisiko hanya berhenti sebagai dokumen formal.
Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta menegaskan, keberhasilan transformasi Polri tidak cukup bertumpu pada perubahan struktur dan kebijakan, melainkan sangat ditentukan oleh sejauh mana fungsi pengawasan dijalankan secara serius di lapangan.
“Konsep transformasi Polri sebenarnya sudah bagus dan cukup tebal, sekitar 35 halaman. Namun yang menarik, dari keseluruhan dokumen itu hanya sekitar tiga halaman yang membahas pengawasan,” kata I Wayan Sudirta dalam keterangannya, Senin (9/2).
Politikus PDI Perjuangan itu menilai minimnya porsi pengawasan dalam desain reformasi Polri merupakan persoalan mendasar. Padahal, kata dia, aspek pengawasan justru paling banyak disorot dan dikritisi oleh para akademisi serta pegiat hak asasi manusia.
“Padahal justru aspek inilah yang paling banyak dipersoalkan oleh para ahli dan aktivis. Kalau pengawasan lemah, reformasi Polri sulit diwujudkan secara nyata,” ujarnya.
Selain itu, I Wayan mengingatkan tanpa pengawasan yang ketat dan independen, perubahan kultur dan profesionalisme aparat kepolisian hanya akan menjadi jargon. Ia menilai lemahnya pengawasan berpotensi melanggengkan praktik-praktik penyimpangan di internal institusi.
Lebih lanjut, ia menyoroti tiga instrumen pengawasan internal yang menurutnya harus diperkuat secara serius, yakni Inspektorat, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), serta Pengawasan Penyidikan (Wasidik).
“Penguatan Inspektorat, Propam, dan Wasidik merupakan syarat mutlak agar reformasi kultur sumber daya manusia Polri bisa berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Akan tetapi, ia mengingatkan agar jabatan dan struktur pengawasan tersebut tidak berhenti pada formalitas semata. Pengawasan yang tidak berfungsi, bahkan cenderung melindungi kesalahan, justru akan semakin menggerus kepercayaan publik.
“Kalau ada jabatan pengawasan tetapi tidak berfungsi mengawasi, atau bahkan melindungi kesalahan, jangan heran jika masyarakat terus menuntut reformasi karena pengawasan internalnya mandek,” katanya.
Selain penguatan pengawasan internal, I Wayan juga mendorong peran pengawasan eksternal melalui Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Menurutnya, Kompolnas perlu diberi kewenangan lebih luas, termasuk fungsi penyelidikan dan penyidikan atas pelanggaran administratif dan etika.
“Propam dan Kompolnas itu seharusnya saling melengkapi. Propam bekerja secara internal, sementara Kompolnas menjalankan fungsi pengawasan eksternal,” ujarnya.
Lebih jauh, Ia menilai selama peran pengawasan eksternal masih lemah, upaya penegakan disiplin dan akuntabilitas Polri tidak akan berjalan optimal.
“Peran eksternal itu harus diperkuat jika kita ingin penegakan disiplin Polri berjalan tuntas dan dipercaya publik,” pungkasnya. (P-4)
Direktur Eksekutif KPPOD Arman Suparman menyoroti lemahnya pengawasan sistem merit pasca-penghapusan KASN yang memicu praktik jual beli jabatan oleh kepala daerah.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung melalui Satpol PP Kota Bandung terus melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan-kegiatan yang dilarang selama bulan suci Ramadan.
DPR meminta KPPU memperkuat pengawasan persaingan usaha agar pasar lebih adil dan pengusaha kecil terlindungi.
Operator seluler terbesar, seperti Telkomsel, IOH, XL, dan Smartfren, meningkat dari 50,69 juta TB pada 2024 menjadi 55,95 juta TB pada 2025.
Salah satu penyebab utama korupsi kepala daerah adalah tingginya biaya politik dalam kontestasi pilkada.
KAKORLANTAS Polri memastikan akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi listrik hijau atau Green SM menyusul kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4)
Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi di Jakarta pada Rabu (22/4).
Polri mengungkap berbagai modus haji ilegal yang merugikan jemaah, mulai dari penyalahgunaan visa hingga skema ponzi. Simak detail lengkapnya di sini.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
TS alias Ki Bedil ditangkap oleh Satresmob Bareskrim Polri terkait penjualan senjata api ilegal di Jawa Barat. Ki Bedil menjual senjata api ilegal selama 20 tahun. fakta-fakta soal Ki Bedil
Modus pertama melibatkan pengoplosan dan konversi ilegal, di mana isi LPG 3 kg bersubsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved