Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Madiun, Maidi, resmi menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (19/1). Kedatangan orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut menarik perhatian publik saat ia memberikan pernyataan singkat mengenai dedikasinya terhadap pembangunan daerah.
Setibanya di Gedung KPK sekitar pukul 22.35 WIB, Maidi yang tampak mengenakan jaket biru dan topi hitam terlihat tenang saat berjalan menuju ruang pemeriksaan. Kepada awak media, ia menyatakan bahwa proses hukum yang dihadapinya tidak melunturkan semangatnya dalam membangun Madiun.
"Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat," ujar Maidi singkat sembari melangkah masuk ke area sterilisasi KPK.
Maidi juga meminta doa dari masyarakat agar dirinya tetap diberikan kesehatan selama menjalani proses hukum ini. Pernyataan tersebut muncul di tengah pengusutan kasus yang diduga berkaitan dengan penerimaan fee proyek dan pengelolaan dana CSR di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa operasi senyap yang dilakukan di wilayah Madiun, Jawa Timur, tersebut mengamankan total 15 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan orang termasuk Maidi, dua Aparatur Sipil Negara (ASN), dan enam pihak swasta dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," kata Budi dalam keterangan resminya. Selain menangkap para terduga, tim penyidik KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga sebagai bagian dari transaksi tindak pidana korupsi.
Maidi dikenal sebagai kepala daerah yang sangat aktif melakukan transformasi infrastruktur di Madiun, termasuk pembangunan kawasan Pahlawan Street Center (PSC) yang menjadi ikon wisata baru. Namun, keberhasilan pembangunan tersebut kini dibayangi oleh kasus hukum yang menjeratnya di awal periode kedua kepemimpinannya (2025-2030).
Hingga saat ini, penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan intensif untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam waktu 1x24 jam ke depan sesuai ketentuan KUHAP. (Ant/E-4)
Akses menuju pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang juga merupakan rumah dinas bupati, masih ditutup rapat pasca-OTT KPK.
KPK menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan pada 11 April 2026. Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah yang tumbang lewat OTT KPK sepanjang 2026.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama ajudannya Dwi Yoga Ambal menjalani pemeriksaan setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.
Dalam kasus ini, ada 18 orang tertangkap di Tulungagung. Dari total itu, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Uang sitaan itu diberikan ke Gatut lewat Yoga yang merupakan orang kepercayaannya. Dalam pemeriksaan, uang bakal digunakan untuk kepentingan pribadi Gatut.
Karena perjanjian itu, Gatut berani meminta uang kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan lainnya, karena adanya klausul manut perintah bupati.
Kendaraan dinas yang diperiksa, di antaranya mobil dinas Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Hardianto dan mobil dinas Kepala Bagian Umum Kota Madiun.
Penyidik menemukan sejumlah bukti kasus dugaan pemerasan bermodus fee proyek dan dana CSR serta penerimaan gratifikasi di Kota Madiun.
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan surat perintah tentang penunjukan Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun.
Dalam OTT tersebut, Maidi diduga terlibat dalam praktik penerimaan fee proyek serta penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Madiun Maidi (MD) sebagai tersangka, bersama dua orang lainnya, usai operasi tangkap tangan (OTT).
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Madiun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved