Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLEMIK mengenai ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang. Pengamat politik dari Citra Institute Efriza menilai isu tersebut lebih banyak menghadirkan kegaduhan ketimbang menawarkan penyelesaian yang substantif bagi masyarakat terkait polemik ijazah Jokowi tersebut.
"Polemik ijazah ini selalu mengupayakan terjadinya berbagai babak-babak baru, sehingga wajar jika dinilai publik merefleksikan polemik ijazah sebagai upaya politisasi isu, ketimbang kebutuhan penyelesaian kasus ini dengan cepat dan tepat," kata Efriza saat dihubungi, Senin (19/1).
Ia menyebut, secara umum publik mulai memandang polemik ijazah Jokowi tersebut tidak lebih dari hiburan politik semata. Dalam pandangannya, isu ijazah tidak lagi memiliki makna substantif bagi masyarakat luas karena tidak berkorelasi langsung dengan kepentingan publik.
Efriza menilai polemik ijazah Jokowi cenderung hanya melibatkan dua kubu, yakni pihak yang tidak menyukai Jokowi dan Jokowi beserta pendukungnya. Namun demikian, isu tersebut dinilai tetap dipelihara karena efektif menyedot perhatian publik dan berpotensi mengalihkan fokus dari agenda kebijakan yang lebih berdampak nyata bagi masyarakat.
"Sayangnya ditenggarai, polemik ijazah ini diyakini tetap diproduksi dan direproduksi karena efektif menyedot perhatian publik serta mengalihkan fokus dari menyoroti agenda kebijakan yang lebih berkontribusi nyata terhadap publik," kata dia.
Ia bahkan melihat ada kepentingan dari masing-masing pihak agar polemik tersebut terus berlarut. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan isu ijazah akan terus dipertahankan hingga 2029 mendatang karena dianggap menguntungkan secara politik bagi pihak-pihak tertentu.
Menanggapi wacana penghentian kasus mengingat penggunaan anggaran negara dalam proses hukum, Efriza menilai langkah tersebut justru berpotensi menjadi bumerang bagi pemerintah. Ia mengingatkan, penghentian perkara dapat memunculkan persepsi intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berada dalam posisi dilematis karena melanjutkan pemerintahan sebelumnya. "Jika melanjutkan polemik ini akan terus berlarut-larut, justru berisiko memperpanjang kegaduhan politik yang tidak produktif," pungkasnya. (H-3)
Polemik ijazah Jokowi kembali mencuat setelah disorot Jusuf Kalla. Pengamat menilai masalah ini seharusnya bisa diselesaikan dengan transparansi dan kepastian hukum.
Polda Metro Jaya hentikan penyidikan Rismon Sianipar, Eggi Sudjana, dan Damai Hari Lubis dalam kasus ijazah Jokowi. Lima tersangka lain termasuk Roy Suryo tetap lanjut ke sidang
Roy Suryo siap jadi saksi dan bantah terima aliran dana dari Jusuf Kalla (JK) terkait isu ijazah palsu Jokowi. Simak klarifikasi lengkapnya di sini!
Kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin, dukung laporan Jusuf Kalla ke Bareskrim terkait Rismon Sianipar. Ia juga singgung kejanggalan dokumen ijazah. Baca selengkapnya!
Jusuf Kalla (JK) melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim terkait fitnah dana ijazah Jokowi. JK sebut polemik ini rugikan negara puluhan miliar dan picu perpecahan.
Jusuf Kalla (JK) melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri atas tuduhan fitnah dana ijazah. JK yakin ijazah Jokowi asli dan minta polemik segera diakhiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved