Berlarut-larut, Polemik Ijazah Jokowi Diminta Segera Diselesaikan

M Ilham Ramadhan Avisena
21/4/2026 14:41
Berlarut-larut, Polemik Ijazah Jokowi Diminta Segera Diselesaikan
Polemik ijazah Jokowi kembali mencuat setelah disorot Jusuf Kalla.(Dok. BPMI Setpres)

ISU keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas setelah ikut disorot oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai polemik ini seharusnya tidak perlu berlarut-larut.

Menurut Hendri, apa yang disampaikan Jusuf Kalla bukan hal baru, melainkan cerminan kegelisahan publik yang sudah lama muncul. Ia menyoroti lamanya isu ini bergulir tanpa kepastian yang tegas.

"Concern Pak JK soal ijazah Jokowi itu sebenarnya juga dirasakan masyarakat luas. Kenapa sampai sekarang masih bertele-tele," ujarnya, Selasa (21/4).

Hendri menilai, polemik seperti ini sebenarnya bisa diredam dengan langkah sederhana: transparansi. Ia mencontohkan, sejumlah tokoh publik pernah menghadapi isu serupa dan memilih langsung membuka dokumen yang dipersoalkan.

Menurutnya, usulan agar ijazah ditunjukkan ke publik bukan sesuatu yang berlebihan, melainkan langkah wajar yang justru sejalan dengan harapan masyarakat.

"Kenapa tidak ditunjukkan saja ijazahnya? Itu usulan yang sangat umum," lanjutnya.

Di sisi lain, Hendri menekankan pentingnya jalur hukum agar polemik ini memiliki titik akhir yang jelas. Proses hukum dinilai mampu memberikan kepastian terkait keaslian dokumen tersebut.

Ia juga menyoroti peran Universitas Gadjah Mada sebagai pihak yang memiliki otoritas akademik untuk memastikan kebenaran data pendidikan Jokowi. Pernyataan resmi kampus dinilai bisa menjadi kunci meredakan polemik.

Selain itu, Hendri mengingatkan agar dinamika antara Jusuf Kalla dan relawan Jokowi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Ia menegaskan pentingnya menjaga etika komunikasi politik.

Menurutnya, perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan secara dialogis, bukan melalui serangan terbuka.

"Gunakan cara yang lebih bijak, musyawarah. Itu warisan terbaik dari para pendiri bangsa," tutupnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya