Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Pusat Studi Anti Korupsi Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta aparat penegak hukum tidak mengkriminalisasi rakyat kecil, baru sebatas retorika politik tanpa langkah konkret dalam pembenahan sektor hukum.
“Pernyataan Presiden itu masih sebatas gimik. Karena kalau memang Presiden serius membenahi sektor hukum, hal pertama yang paling penting adalah memastikan seluruh aparat penegak hukum berfungsi dengan baik, punya perspektif yang benar, dan benar-benar profesional,” ujar Herdiansyah saat dikonfirmasi, Selasa (21/10).
Herdiansyah menilai pembenahan sektor hukum tidak akan berhasil jika aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, masih menunjukkan praktik penyimpangan dalam penanganan kasus.
“Belakangan ini publik banyak mengkritik cara kepolisian menangani aksi unjuk rasa, penggunaan pasal karet terhadap demonstran, pembatasan kebebasan berpendapat, dan penafsiran Undang-Undang ITE yang masih multitafsir,” tegasnya.
Herdiansyah menekankan pentingnya membersihkan institusi penegak hukum dari dalam. Ia juga menyoroti sikap Presiden yang dinilai tidak tegas terhadap Kapolri meskipun terjadi berbagai pelanggaran dalam penanganan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.
“Dalam peristiwa demonstrasi Agustus kemarin, Kapolri saja tidak kena evaluasi oleh Presiden. Padahal banyak penangkapan yang berujung pada tahanan politik. Artinya, yang paling bertanggung jawab adalah Kapolri, tapi tidak pernah dievaluasi,” katanya.
Lebih lanjut, Herdiansyah juga menyinggung soal komitmen pemberantasan korupsi yang menurutnya belum tampak serius. Ia menilai, sulit berbicara tentang pemberantasan korupsi jika orang-orang di sekitar Presiden justru memiliki rekam jejak bermasalah.
“Bagaimana mungkin bicara soal korupsi kalau di sekeliling Presiden saja masih penuh dengan orang-orang yang bermasalah? Di kalangan kementerian masih banyak menteri yang tersangkut perkara hukum, tapi tetap dipertahankan,” kritiknya.
Herdiansyah menegaskan, jika Presiden benar-benar berkomitmen pada reformasi hukum, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan kabinet dan aparat hukum dari figur-figur bermasalah.
“Kalau Presiden serius, seharusnya dimulai dari pembersihan orang-orang bermasalah di lingkaran kekuasaan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kecenderungan aparat kepolisian yang masih menyita buku sebagai barang bukti dalam kasus hukum, yang menurutnya merupakan kesalahan fatal dalam memahami hak berpendapat dan berpikir.
“Kesalahan terbesar negara adalah menghukum pikiran-pikiran warganya, termasuk yang dimanifestasikan dalam buku. Ini menandakan ada perspektif yang keliru di aparat penegak hukum kita,” tutur Herdiansyah.
Ia menilai Presiden seharusnya turun tangan langsung untuk menegur tindakan aparat yang keliru tersebut.
“Seharusnya Presiden memberikan semacam public address bahwa apa yang dilakukan aparat itu salah. Tapi kan tidak pernah kita dengar. Alih-alih mengoreksi, Presiden justru seolah memberi izin atas tindakan itu,” ujarnya.
Herdiansyah juga menegaskan bahwa komitmen Presiden terhadap keadilan sosial akan diuji melalui tindakan, bukan sekadar ucapan.
“Kalau Presiden betul-betul punya komitmen, bebaskan tahanan-tahanan politik itu. Tapi sampai sekarang, hal itu tidak dilakukan,” pungkasnya. (P-4)
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
KETUA Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi pembangunan 13 proyek hilirisasi II oleh BPI Danantara dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (29/4), berikut daftarnya
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Syahganda menyebut penunjukan Jumhur sebagai awal ‘pertarungan baru’, terutama dalam menghadapi kekuatan oligarki yang dinilai merusak lingkungan.
Partai Ummat juga menyerukan Kementerian Hukum menjaga independensi sebagai lembaga eksekutif yang seharusnya memberikan pelayanan.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di Bekasi guna mencegah kecelakaan kereta api. Anggaran Rp4 triliun disiapkan untuk 1.800 titik.
Isnur menegaskan, pelaporan terhadap akademisi tidak boleh dilihat sebagai serangan personal semata, melainkan sebagai ancaman serius.
Komnas Perempuan rilis Catatan Tahunan 2025: Total kekerasan terhadap perempuan melonjak 14%, mencapai 376.529 kasus. Fenomena 'Delayed Justice' hambat keadilan bagi korban
Penerapan pasal-pasal tersebut terhadap kliennya justru melanggar hak konstitusional warga negara, terutama kebebasan berekspresi dan hak memperoleh informasi.
DPN Mappi menyoroti masih lemahnya perlindungan hukum bagi para penilai di lapangan. Profesi penilai rentan mengalami kriminalisasi karena belum memiliki payung hukum yang kuat.
Aparat penegak hukum harus memastikan setiap proses berjalan secara objektif, proporsional, dan berbasis pada kepastian hukum, agar keadilan substantif benar-benar terwujud.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved