Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH kementerian pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dipastikan bakal lebih banyak dibanding saat ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut kabinet gemuk akan lebih efektif.
Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Santoso menuturkan design kabinet yang dirancang Prabowo-Gibran pastinya melanjutkan apa yang sudah dilakukan presiden RI Joko Widodo.
“Dengan memperbaiki yang kurang dan melengkapi untuk lebih baik lagi. Sehingga besar kecilnya komposisi kabinet bukan ukuran efisien atau tidak, tetapi mencerminkan bahwa kabinet Prabowo-Gibran adalah representasi dari upaya RI 1 dan RI 2 itu untuk lebih meningkatkan apa yang telah dicapai pak Jokowi,” papar Santoso kepada Media Indonesia, Rabu (18/9).
Baca juga : JK Nilai Jumlah Kementerian saat Ini sudah Ideal
Terkait berapa jumlah anggota kabinet pemerintahan yang akan datang, Santoso menyebut hal itu tidak diatur dalam UU Kementerian. Namun, kabinet mendatang disyaratkan supaya efisien, fleksibel dan efektif dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dalam UU Kementerian itu adalah bahwa jumlah anggota kabinet diserahkan kepada presiden terpilih untuk menentukannya sesuai dengan prinsip pemerintahan presidensial,” tandas Santoso.
Sebelumnya, pengajar pada Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Reni Suwarso menilai jika dilihat dari pelbagai aspek, kabinet gemuk hanya menguntungkan dan memperkaya partai politik.
Baca juga : Tidak Maslah Kabinet Gemuk, Asal Diisi Orang Terbaik dan Profesional
“Merugikan presiden karena sesungguhnya presiden tidak pernah mendapatkan loyalitas total partai. Dan jelas sangat merugikan rakyat karena berbiaya besar dan tidak efektif,” tegas Reni kepada Media Indonesia, Selasa (17/9).
“Kasus pada kabinet Jokowi menunjukkan penyelewengan kebijakan, program dan dana APBN justru melibatkan para menteri perwakilan partai,” tambahnya.
Reni menilai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tidak belajar dari pengalaman RUU Pilkada dan RUU TNI/Polri. Menurutnya, draft final hasil pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara sangat terburu-buru dan tidak perlu.
“Jelas RUU tersebut tidak masuk dalam prolegnas. Ini menyisakan dugaan ada politik dagang sapi di DPR antara anggota dan petinggi-petinggi partai untuk mereka mendapatkan jatah di Kabinet yang baru,” paparnya. (Ykb/M-4)
Di sisi lain, menurutnya, Gibran seolah menutup celah konflik tanpa harus masuk ke dalam perdebatan soal sejarah politik keluarganya.
Lucky menilai, kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyikapi informasi yang beredar.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons pernyataan Jusuf Kalla terkait peran politiknya bagi Jokowi. Gibran sebut JK sebagai idola dan mentor
Wapres Gibran melepas Presiden Prabowo ke Rusia untuk bertemu Putin. Agenda utama mencakup kerja sama energi, pasokan minyak, dan isu geopolitik global.
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka, mendorong adanya pelibatan hakim ad hoc dari kalangan profesional dalam persidangan kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Sitorus sempat menyinggung soal wacana Wapres Gibran untuk berkantor di IKN.
Azis Subekti meminta para menteri dan kepala lembaga untuk lebih berani menyampaikan hambatan nyata daripada sekadar menyodorkan angka keberhasilan yang menenangkan.
Prabowo memilih beberapa orang bermasalah hukum untuk masuk ke dalam kabinetnya, hal itu menandakan bahwa tidak ada komitmen awal pemerintahaannya terhadap penegakan hukum.
Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri bisa melakukan konsultasi dengan pihak-pihak terkait seperti Aceh sebelum mengeluarkan keputusan menteri,
Akankah ancaman terkini senasib dengan ancaman-ancaman sebelumnya? Bukan janji tapi sekadar basa-basi? Jika benar dia akan merombak kabinet, siapa saja yang bakal diganti?
Para menteri ini dinilai memiliki kejelasan arah kebijakan, tata kelola yang efisien, serta gaya kepemimpinan yang responsif dan komunikatif.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati akhirnya memberi komentar terkait dirinya yang diisukan mundur dari Kabinet Merah Putih. Ia mengatakan tetap bekerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved