Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menunda pembacaan vonis terdakwa penganiayaan Warga Negara Asing (WNA) Wenhai Guan, Andy Cahyady yang sedianya digelar pada Selasa (23/11) kemarin.
"Kita minta diberi kesempatan seminggu lagi yah. Selasa tanggal 30 (November 2021)," kata hakim ketua Djuyamto dalam persidangan, Selasa (23/11).
Djuyamto mengatakan sidang ditunda karena vonis belum selesai dibuat. Ia mengatakan majelis hakim saat ini tengah menangani banyak perkara, sehingga waktu sepekan sejak sidang terakhir tidak cukup untuk membuat vonis. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Dyofa Yudhistira enggan berkomentar banyak saat ditemui usai persidangan. Ia memilih langsung pergi dengan pengawalan polisi.
Kuasa hukum Andy, Sudarmanto tak mempersoalkan penundaan pembacaan putusan. Ia mengatakan pihaknya memahami kondisi Majelis Hakim yang tengah menangani banyak perkara.
"Saya dan tim kuasa hukum lain tidak berkeberatan untuk Majelis Hakim menunda putusan dijadwalkan minggu depan," ucapnya.
Meski demikian, ia menyoroti pengawalan yang diberikan kepada Dyofa. Ia menilai pengawalan oleh polisi itu cukup berlebihan. "Saya rasa satu hal berlebihan, ini kan tindak pidana ringan, (Pasal) 351 KUHP tentang Penganiayaan yang memang ancaman hukumannya di bawah 1 tahun," ungkap Sudarmanto.
"Menurut saya tidak perlu pengawalan berlebihan. Kecuali dari pihak kita ini melakukan hal-hal berlebihan sehingga perlu pengawalan berlebihan," tambahnya.
Diketahui, kasus ini bermula dari penganiayaan yang dilakukan warga negara Singapura Wenhai Guan terhadap Andy Cahyady. Namun, Wenhai mengaku menjadi korban dan melaporkan Andy ke polisi hingga diputus bersalah. Andy telah menjalani hukuman pidana enam bulan penjara.
Andy melaporkan balik perbuatan penganiayaan yang dilakukan Wenhai. Wenhai kemudian diputus enam bulan penjara. Namun belum sempat menjalani hukuman, warga asing itu kembali ke negara asal di Singapura. Selang beberapa bulan, Wenhai kembali ke Tanah Air dan melaporkan Andy dalam perkara yang sama. Andy kemudian diproses hingga dituntut satu tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Sedangkan, Wenhai Guan belum dieksekusi sejak putusan berkekuatan hukum tetap pada 23 April 2021. Adapun Wenhai baru ditetapkan daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara baru-baru ini. (OL-8)
CPIB Singapura melaporkan penurunan kasus korupsi pada 2025. Sektor swasta mendominasi tuntutan, sementara integritas sektor publik tetap tinggi.
National Gallery Singapore menghadirkan pameran retrospektif pertama He Xiangning di Asia Tenggara, menampilkan 50 karya seni tinta legendaris.
seorang pria berusia 26 tahun di Singapura ditangkap akibat diduga menjadi otak di balik kebocoran film animasi terbaru Paramount+, The Legend of Aang: The Last Airbender.
NBA Rising Stars Invitational 2026 hadir di Singapura pada 22-28 Juni. Menampilkan talenta U-18 Asia-Pasifik bersama Jeremy Lin dan Lauren Jackson.
Singapore Management University (SMU) mencatat lonjakan signifikan dalam QS World University Rankings by Subject 2026.
ArtScience Museum menghadirkan pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy, memadukan 160 artefak sejarah dan seni kontemporer tentang anatomi tubuh manusia.
Satgas Damai Cartenz menangkap Pulan Wonda, DPO KKB yang terlibat penembakan rombongan Tito Karnavian 2012. Ini kronologi lengkap penangkapannya.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin.
Anang mengatakan, sejauh ini, Kejagung belum mengendus adanya pihak yang membantu Jurist Tan kabur. Tapi, buronan tidak mungkin bisa berlari seorang diri.
Saham tersebut justru dialihkan kepada anak Kariatun, yakni Jason Kariatun, tanpa persetujuan Andi Uci Abdul Hakim.
Polisi masih terus memburu AJ, tersangka kasus kekerasan seksual yang terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara
Kejahatan terhadap aset negara seperti ini sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved