Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Politik Adi Prayitno menilai kesanggupan Siad Aqil maju kembali menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menguntungkan pemerintah. Pasalnya jika Said terpilih lagi, NU akan tetap kehilangan daya kritisnya.
Adi mengatakan sikap Said Aqil yang bersedia mencalonkan kembali menjadi ketua Umum PBNU menguntungkan pemerintah. Menurut dia, pemerintah selama ini terbantu dengan NU dibawah kepemimpinan Said Aqil dalam menghalau manuver kelompok radikal.
"Minimal hingga akhir masa jabatan Presiden Jokowi akan terbantu dalam melawan kelompok wahabi atau juga dari golongan radikal. NU berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas politik dari serangan kelompok radikal."
Baca juga: Said Aqil Masih Berhasrat Duduki Kursi Ketum PBNU untuk Periode Ketiga
Namun, Adi mengatakan jika said Aqil kembali terpilih menjadi Ketum PBNU untuk periode ketiga akan membuat NU akan kehilangan perannya sebagai kekuatan civil society yang kritis. "Tapi catatan lainnya NU sebagai kekuatan civil society yang kritis tergerus karena terlalu mesra dengan pemerintah," jelasnya.
Ia kembali menegaskan, pemerintah akan terbantu dengan keterpilihan Said Aqil.
"Dilihat dari sisi politik, NU saat ini mesra dengan pemerintah untuk menjaga Islam nusantara dan membendung paham radikal. Contohnya pada 2019 NU paling depan membendung isu politik yang dihembuskan kelompok radikal," paparnya. (OL-4)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Arah pemilihan Rais Aam melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) saat ini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kepentingan para aktor utama di posisi Ketua Umum.
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
Rangkaian menuju Muktamar ke-35 sendiri akan didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Gus Lilur merasa prihatin jika tradisi besar seperti pesantren dan bahtsul masail terpinggirkan oleh kepentingan elektoral.
TOKOH Nahdatul Ulama (NU) HRM. Khallilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disapa Gus Lilur mengingatkan, penyelenggaraan Muktamar NU mendatang harus bebas dari politik uang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved