Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI milier yang dilakukan oleh pemerintah untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diharapkan tidak melanggar hak asasi manusia (HAM).
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh sejumlah tokoh Papua yang tergabung dalam Forum Senior Papua dan Elemen Generasi Milenial di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.
"Jadi, ini harus kita melihat secara jernih, sebagai mantan tentara saya selalu mengatakan kepada saudara-saudar saya adik adik saya di TNI bahwa pengalaman Timor-Timor itu menunjukkan kepada kita bahwa anytime PBB bisa masuk, manakala pelanggaran HAM itu mencapai satu titik tertentu yang diformulasikan sebagai genoside," ujar eks tokoh senior Papua yang juga mantan Menteri Keleutan dan Peri Freddy Numberi di Jakarta, Selasa (4/5).
Oleh karena itu, Freddy meminta agar oeprasi militer yang dilakukan di Papua dilakukan secara hati-hati.
Menurut Freddy, opsi penegakan hukum oleh aparat kepolisian lebih tepat dilakukan ketimbang operasi militer oleh TNI yang berpotensi melakukan pelanggaran HAM bagi rakyat Papua.
"Saya melihat bahwa harus penegakan hukum yang dilakukan, TNI membantu Polri supaya terhindar dari pelanggaran HAM. Kalau Polisi tembak mati iti tidak ada pelangggaran HAM, tembak dalam rangka penegakan hukum. Sama saja seperti di Sumatra atau di Sulawesi," pungkasnya.
Baca juga: KKB Bakar Sekolah dan Puskesmas di Puncak Papua
Dalam kesempatan tersebut, Freddy juga mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil maupun aparat TNI-Polri. Selain itu, ia juga meminta kepada pemerintah agar mempertimbangkan kembali pemberian label teroris kepada KKB.
"Sebab latar belakang sejarah KKB yang berbeda dan mengingat dampaknya terhadap masyarakat Papua secara luas yan justru dapat merugikan kepentingan nasional di masa mendatang," ungkapnya.
Pemerintah juga diminta untuk lebih fokus pada penyelesaian akar masalah yang ada di tanah Papua sesuai hasil riset Lembaga Pemerintah RI, yaitu LIPI. Pemerintah juga diminta menyelesaikan sejumlah dugaan kasus korupsi di Tanah Papua hingga menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang telah disepakati oleh pemerintah.
"Perlu evaluasi apakah pendekatan kekerasan selama ini di tanah Papua berhasil atau gagal? Dan pemerintah perlu memberi solusi bagi ribuan warga yang saat ini mengungsi dari kampung-kampung mereka, karena adanya serangan dari KKB maupun operasi penegakan hukum oleh Polri dibantu pihak TNI," ungkapnya. (A-2)
Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Polda Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah.
Mantan anggota Polri Robig Zaenudin dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Semarang.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Mantan Kabais TNI, Soleman B Ponto, menegaskan bahwa karakter keras dalam peradilan militer merupakan konsekuensi logis dari tuntutan disiplin dan kesiapan tempur prajurit.
Sebanyak 415 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam operasi melawan Iran. Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari.
WALHI menyoroti keterlibatan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan penguatan peran militer dalam Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Intelijen AS menyebut Iran masih mampu memulihkan bunker rudal dalam hitungan jam meski dibombardir. Setengah peluncur rudal dilaporkan masih utuh.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
kasus dugaan penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus dan keterlibatan oknum TNI dalam kasus ini menjadi ujian bagi kredibilitas sistem peradilan militer di mata publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved