Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Intelijen Nasional (BIN) menegaskan, keluarga harus lebih memerhatikan perilaku anak demi mencegah terpaparnya paham radikal dari media sosial.
Deputi VII BIN Wawan Poerwanto mengatakan, adanya perubahan sikap anak yang lebih tertutup, dan bergaul dengan orang asing, orang tua perlu waspada.
“Buat anak sibuk, keluarga adalah lingkup yang paling penting,” tuturnya.
Baca juga : Aksi Teroris di Mabes Polri Jadi Sinyal Berbenah Polri dan BNPT
ia mengungkapkan, peran perempuan dalam kelompok teroris terbilang cukup banyak. Menurutnya, teroris perempuan secara emosional lebih ingin mengambil peran.
Sementara itu, mantan teroris, Abdul Haris menyebut pergerakan kelompok teroris saat ini terbilang genting. Hal tersebut dibuktikan dengan penangkapan oleh Densus 88 Antiteror yang sudah berjumlah puluhan dalam satu bulan terakhir.
"Mereka juga dipicu dengan beberapa aksi, misal penertiban ormas Islam yang dilakukan. Meski sebenarnya ormas itu juga tidak mereka sukai, tapi ini semakin menimbulkan negara ini kafir,” paparnya. (OL-7)
KPAI menyoroti risiko radikalisme anak di media sosial. Simak peran PP Tunas dan pentingnya pengawasan orang tua dalam melindungi anak di ruang digital.
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Survei Sun Life 2026 mengungkap 57% perempuan Indonesia abaikan kesehatan demi keluarga. Simak tantangan finansial dan beban sandwich generation di sini.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved