Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem menginginkan masyarakat tetap terlibat aktif dalam demokrasi yang konsisten dengan sikap mendukung sistem proporsional terbuka dalam pemilu legislatif.
Untuk mengikis politik uang, partai perlu memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Bukan dengan kembali ke sistem proporsional tertutup. Hal itu ditegaskan anggota Komisi II DPR dari Fraksi NasDem, Syamsul Luthfi, di Jakarta, kemarin.
“NasDem tetap pada sikap awal. Sesuai dengan arahan pimpinan partai tetap akan mendukung sistem proporsional terbuka. NasDem sebagai partai modern menganggap sistem ini sangat aspiratif dan memperkuat legitimasi demokrasi bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat,” jelasnya.
Menurut Syamsul, keinginan beberapa partai politik lain yang ingin kembali menerapkan proporsional tertutup dengan alasan untuk menggerus politik uang sulit diterima.
Ia menjelaskan politik uang lebih efektif ditumpas dengan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban terkait demokrasi, biaya politik semakin murah. Penggunaan teknologi informasi yang lebih maksimal juga akan menekan biaya politik.
Proporsional tertutup ialah sistem perwakilan yang hanya mengizinkan partai dalam penentuan caleg. Pemilih tidak punya kesempatan memengaruhi posisi calon. Sebaliknya, proporsional terbuka memungkinkan pemilih turut menentukan urutan calon yang terpilih.
Kambing hitam
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, menyayangkan politik uang dijadikan kambing hitam oleh pihak untuk kembali ke sistem proporsional tertutup.
“Ada tidaknya money politics bukan hanya dipengaruhi praktik proporsional terbuka, tapi jual-beli suara senantiasa digunakan sebagai cara yang dianggap mujarab untuk mendongkrak elektoral,” cetus Siti, kemarin.
Jalan keluar memberantas politik uang bukan kembali ke sistem proporsional tertutup, melainkan lewat kesadaran partai politik agar menjauhi cara cepat mendompleng suara.
Selain itu, menurut Siti, lembaga berwenang harus mengusut dan memberikan hukuman berat terhadap pelaku politik uang. Demikian juga cara mahar politik yang acap kali diketahui. Praktik itu harus mendapatkan sanksi jera berupa pembu-baran partai.
Senada, Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi mengingatkan kasus politik uang juga marak saat sistem proprosional tertutup masih berlaku. Sebaliknya sistem proporsional terbuka memiliki keunggulan membuka kesempatan publik untuk terlibat.
Wacana kembali ke sistem proporsional tertutup masuk salah satu poin rekomendasi Rakernas PDIP, Minggu (12/1). PDIP ingin lebih independen dalam menentukan caleg sekaligus bisa menghargai kader.
PKS pun mendukung wacana tersebut. Anggota Komisi II Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai sistem proporsional tertutup baik diterapkan dalam rangka penguatan partai politik. Sistem tersebut, kata dia, juga bisa untuk menurunkan peluang praktik politik uang. (Nur/P-2)
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh, meminta seluruh kadernya untuk memperkuat dan merapatkan barisan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik.
FRAKSI Partai NasDem DPR RI mengusulkan kenaikan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem pemilu mendatang.
Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa setiap partai memiliki kedaulatan dalam mengatur mekanisme internalnya.
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu soal NasDem dan Gerindra akan melakukan penyatuan atau merger.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved