Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Terdapat Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Agama (Kemenag) dengan BPJS Kesehatan yang mewajibkan seluruh jemaah Haji yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) harus menggunakan BPJS Kesehatan. Namun dalam implementasinya, ternyata belum sepenuhnya terealisasi.
Hal ini menimbulkan tanya bagi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Embarkasi Haji Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (22/7/2019), secara jelas ia melihat tidak semua Jemaah Calon Haji (JCH) di Kalsel dijamin pelayanan kesehatannya oleh BPJS Kesehatan.
“Sebetulnya setiap jemaah Haji kita sudah dijamin oleh pemerintah untuk mendapat perlindungan. Dalam hal ini perlindungan yang harus diberikan pemerintah adalah BPJS Kesehatan. Cuma sayangnya setelah kita melakukan pembicaraan langsung stakeholder, ternyata tidak semua jemaah Haji ini otomatis (mendapat perlindungan dari) BPJS Kesehatan,” tutur Saleh.
Salah satu alasan yang disebutkan adalah kendala koneksi data antara pihak Kemenag dengan pihak BPJS Kesehatan. Sementara menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, sebenarnya data jemaah Haji itu sangat lengkap dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang merupakan sistem besar penyelenggaraan Haji saat ini.
“Jadi kalau itu digabungkan antara sistem yang ada di BPJS dan juga sistem kepesertaan jemaah Haji yang ada di Kemenag itu, Insha Allah akan mudah mendapatkan data-data tersebut. Saya kira implementasi dari aturan yang ada di pusat itu tidak sepenuhnya diterapkan secara baik di daerah. Jadi mungkin perlu koordinasi lebih baik lagi antara BPJS, Kemenag, dan Kemenkes,” ungkapnya.
Saleh menjelaskan, saat ini DPR RI berupaya mendorong peningkatan peserta BPJS dengan kebijakan yang dibentuk selama ini, sehingga menurutnya BPJS juga harus kooperatif, bukan bersikap apatis.
“Untuk sanksi nanti akan kita periksa juga, karena memang ini satu aturan yang mesti diikuti. Dan setiap jemaah Haji wajib menjadi peserta BPJS. Jadi sama dengan setiap pekerja migran kita, wajib ikut BPJS,” tegasnya.
Selanjutnya Komisi IX DPR RI berupaya memanggil tiga institusi terkait masalah yang ditemukan di Banjarmasin ini. Politisi dapil Sumatera Utara II tersebut berjanji akan meluruskan masalah ini untuk diputuskan apakah perlu ada evaluasi lebih lanjut. (RO/OL-10)
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Politisi Fraksi PKS ini mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik perkeretaapian di kawasan aglomerasi penting dilakukan.
DPR RI mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Selain aspek keuangan, Doli menekankan pentingnya pembaruan sistem kaderisasi partai agar lebih terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Partai politik telah memiliki aturan main sendiri yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved