Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MABES Polri mulai menyeleksi anggota tim teknis yang akan menindaklanjuti temuan tim pencari fakta (TPF) dalam mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Muhammad Iqbal mengatakan, soal tim teknis tersebut pada Agustus sudah dimulai. "Itu kalau prediksi saya ya."
Menurut Iqbal, Kepala Bareskrim Polri Idham Azis--yang memimpin tim itu--masih terus mempelajari temuan-temuan yang diperoleh TPF sebelumnya.
"Itu kan tebel, berapa halaman tuh dan itu harus dipelajari secara komprehensif, ini kan upaya penyelidikan dan penyidikan selanjutnya. Itu satu," terangnya.
Iqbal menambahkan, kemungkinan telaah rekomendasi TPF dan seleksi tim teknis membutuhkan beberapa pekan. Itu karena proses tersebut perlu dilakukan agar hasil penyelidikan lebih optimal.
"Tentunya mereka menginginkan tim yang terbentuk dari anggota pilihan dari setiap kesatuan. Tidak kalah pentingnya memilih personel-personel terbaik yang kemarin saya sampaikan dari semuanya, Inafis, Pusiden, sampai ke Densus 88," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menerima hasil rekomendasi dari tim pencari fakta Polri soal kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Jokowi lalu memberikan waktu tiga bulan agar tim teknis Polri menindaklanjuti temuan tersebut.
"Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah menyampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti," kata Jokowi.
Jokowi juga menyatakan penyiraman air keras ke Novel bukan kasus yang mudah.
Menurutnya, jika kasus yang menimpa salah satu penyidik senior KPK itu mudah, dalam satu sampai dua hari pelaku sudah bisa diungkap.
Setelah tiga bulan ke depan, Jokowi mengaku akan melihat hasilnya terlebih dahulu.
"Akan saya lihat nanti hasilnya. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti?" ujar Presiden.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Adi Saputra mengatakan, Polri optimistis tim teknis akan mampu mengungkap tabir kasus ini.
"Sebagai arahan Presiden, mudah-mudahan tim teknis bekerja secara maksimal. Tentunya ini berproses," kata Asep.
Pihaknya mengakui bahwa kasus ini termasuk kasus berat karena minimnya barang bukti dan saksi mata.
"Ada beberapa kendala terkait saksi di TKP, gambar CCTV yang tidak jelas," ucapnya. (Fer/P-1)
KAKORLANTAS Polri memastikan akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi listrik hijau atau Green SM menyusul kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4)
Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi di Jakarta pada Rabu (22/4).
Polri mengungkap berbagai modus haji ilegal yang merugikan jemaah, mulai dari penyalahgunaan visa hingga skema ponzi. Simak detail lengkapnya di sini.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
TS alias Ki Bedil ditangkap oleh Satresmob Bareskrim Polri terkait penjualan senjata api ilegal di Jawa Barat. Ki Bedil menjual senjata api ilegal selama 20 tahun. fakta-fakta soal Ki Bedil
Modus pertama melibatkan pengoplosan dan konversi ilegal, di mana isi LPG 3 kg bersubsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved