Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERSAMAAN antara Polri dan TNI semakin erat setelah bersama mengamankan jalannya perhelatan pemilihan umum (Pemilu) dan agenda besar lainnya.
"Bagian dari rangkaian itu banyak itu kegiatan-kegiatan terutama bersama dengan TNI dan masyarakat. Karena, bagi Polri, TNI adalah mitra yang paling penting dalam rangka menjaga stabilitas keamanan di indonesia," kata Kapolri Jendral Tito Karnavian saat agenda Perayaan HUT Bhayangkara, di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/7).
Beberapa agenda yang membuat Polri dan TNI semakin erat salah satunya adalah agenda besar Pemilu dan kerusuhan 21-22 Mei lalu menjadi fondasi keeratan kedua instansi tersebut.
"Selama setahun terakhir, kebersamaan inilah yang membuat kita semua bisa berdiri tegak di monas ini," tegas Kapolri.
"Berbagai event besar dan peristiwa besar selama setahun terutama yang berhubungan dengan masalah keamanan alhamdulilah bisa kita lalui bersama. Poin penting karena adanya kerja sama soliditas sinergi antara TNI dan Polri, dua pilar utama bangsa," ujar Tito.
Baca juga: Kapolri Berharap Seleksi Capim KPK Berlangsung Sehat
TNI dan Polri telah melampauinya mulai pilkada 2018, 171 pilkada serentak seluruh Indonesia. Yang berjalan dengan aman. Selain itu peristiwa besar seperti bencana alam yang turut andil membantu korban.
Dimulai gempa di Lombok, tsunami di Palu, dan tsunami Selat Sunda,. semuanya dapat dilalui.
"Sekali lagi saya melihat di lapangan, bagaimana peran padu TNI dan Polri menyelesaikan itu menajdi ujung tombak, kemudian masih banyak yang lainnya," jelas Tito.
"Masih segar di ingatan kita, rangkaian pemilu 2019 paling complicated (rumit) di seluruh dunia. Selama 10 bulan kita semua sibuk. Bangsa kita terpolarisasi engann pilihan masing-masing. Pemilu dalam sejarah kita Pilpresdan Pileg serempak, ini baru pertama kali tahun ini," ujar Tito.
Dari agenda yang telah dijalani tersebut Kapolri memberikan pesan kepada masyarakat untuk melupakan istilah cebong dan kampret yang terjadi ketika Pemilu 2019 lalu.
"Kita melihat hoaks luar biasa, ada istilah cebonglah kampretlah. Sekarang tidak ada lagi cebong dan kampret, sekarang adanya bangsa Indonesia," jelas Tito Karnavian.
Tito pun berterima kasih kepada TNI yang telah bersinergi menjaga stabilitas negara selama ini, dirinya berharap Indonesia akan selalu tenang kedepannya.
"Sekali lagi selaku pimpinan Polri mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Panglima TNI beserta seluruh jajarannya, yang telah bahu membahu bersama Polri menjaga stabilitas keamanan demi kepentingan bangsa Indonesia dan utuhnya Negara," tutup Tito. (OL-2)
KAKORLANTAS Polri memastikan akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan taksi listrik hijau atau Green SM menyusul kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4)
Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi di Jakarta pada Rabu (22/4).
Polri mengungkap berbagai modus haji ilegal yang merugikan jemaah, mulai dari penyalahgunaan visa hingga skema ponzi. Simak detail lengkapnya di sini.
Kepercayaan penuh yang diberikan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit merupakan fondasi yang kuat bagi operasionalisasi agenda anti-penyelundupan.
TS alias Ki Bedil ditangkap oleh Satresmob Bareskrim Polri terkait penjualan senjata api ilegal di Jawa Barat. Ki Bedil menjual senjata api ilegal selama 20 tahun. fakta-fakta soal Ki Bedil
Modus pertama melibatkan pengoplosan dan konversi ilegal, di mana isi LPG 3 kg bersubsidi dipindahkan ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved