Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKJEN PBNU Helmy Faishal Zaini mengajak generasi milenial untuk menjadikan media sosial (medsos) sebagai medium untuk berdakwah. Hal itu diungkapkannya guna menangkal paham radikalisme, terorisme, dan transnasionalisme yang banyak menyusup melalui medsos.
"Dakwah bin medsos sehingga kita tidak terpengaruh oleh berbagai macam paham atau aliran yang begitu marak muncul di banyak laman medsos," ujar Helmy saat mengisi acara Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), kemarin.
Kekhawatiran terhadap masuknya paham-paham transnasional, radikalisme, dan terorisme, digambarkan Helmy dengan data sebanyak 3% dari jumlah TNI telah terpapar radikalisme.
"Bayangkan aparat penegak hukum yang harusnya menjadi barikade pengamanan, kini sudah terpapar," imbuh Helmy.
Atas dasar itu, menurut Helmy, perang dewasa ini tidak mewujud melalui perang kekuatan secara fisik, tetapi menyusup melalui sebaran konten-konten di medsos berupa hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya yang sengaja dimainkan untuk memprovokasi dan memecah-belah bangsa.
Untuk itu, Helmy menilai dengan mengisi medsos melalui konten-konten positif, seperti dakwah yang menyejukkan, diharapkan dapat memperkuat perdamaian bangsa, sekaligus menangkal paham-paham impor yang kian meresahkan tersebut. "Mari kita bergama secara riang gembira tidak pakai paksaan, teror. Jangan jadikan agama sebagai tameng menakut-nakuti orang," tandas Helmy.
Acara yang diinisiasi oleh IPPNU digagas dengan maksud mengajak generasi milenial sebagai pengguna medsos terbanyak agar tidak hanya menjadi objek pasif, tetapi juga menjadi subjek aktif untuk mengisi medsos dengan konten positif serta seruan perdamaian.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Rekanita Nurul Hidayatul mengungkapkan bahwa digagasnya acara ini sebagai bentuk pendidikan literasi digital agar generasi milenial mampu melahirkan konten-konten yang positif guna memerangi berita hoaks dan konten-konten negatif lainnya yang marak di sosial media.
"Harapan kami pemuda Indonesia mampu menyuarakan perdamaian. Hari ini kita pemuda yang menguasai medsos, maka gunakanlah kekuasaan kalian di sosial media untuk menyumbang konten-konten yang positif, dan men-counter berita-berita hoaks untuk tidak mudah terprovokasi," terang Nurul.
Selain dihadiri Helmy Faishal Zaini, juga dihadiri oleh Menpora Imam Nahrawi, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, mantan KPAI Asrorun Ni'am Sholeh, dan perwakilan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). (Uca/P-1)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
Saifullah Yusuf menyatakan aspirasi Ketua PWNU se-Indonesia terkait waktu pelaksanaan muktamar selaras dengan keputusan internal organisasi.
DESAKAN agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera menggelar muktamar NU terus menguat. Kali ini, Forum Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia mendesak muktamar
PBNU usulkan pendekatan proporsional terkait wacana pelarangan vape. Fokus pada edukasi dan pengawasan distribusi untuk cegah penyalahgunaan narkotika.
Gus Fahrur memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya pemberantasan narkoba.
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf melakukan pertemuan dengan Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved