Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FITUR Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) menjadi salah satu fitur unggulan pada mobil listrik terbaru NETA yakni NETA V-II. Teknologi tersebut menggabungkan sensor, kamera, serta sistem pintar yang dapat mendeteksi area mobil sehingga membantu pengemudi mencegah potensi kecelakaan.
Fitur Smart Driving dengan 9 fungsi ADAS pada NETA V-II dihadirkan untuk memberikan perlindungan keamanan dan keselamatan tambahan saat di perjalanan. Berikut fitur-fitur tersebut.
Pertama, Forward Collision Warning (FCW). Fitur ini mampu mendeteksi objek yang berpotensi terjadi tabrakan dan akan memberikan peringatan kepada pengemudi. Kedua, Automatic Emergency Braking (AEB). Ketika mobil mendeteksi objek yang berpotensi mengakibatkan kolisi, sistem AEB akan melakukan bantuan pengereman untuk mengurangi dampak tabrakan.
Baca juga : Rilis di Tiongkok, Apakah Mobil Listrik Xiaomi SU7 akan Dipasarkan di Indonesia?
Ketiga, Front Vehicle Start Alert (FSA). Sistem ini berfungsi mendeteksi pergerakan objek yang ada di mobil. Apabila saat kondisi berhenti lampu merah, objek di depan bergerak maju, sistem akan memberikan pengingat berupa suara kepada pengendara.
Keempat, Full- Speed Adaptive Cruise Control (ACC). Sistem ini akan membantu mobil berakselerasi dan deselerasi menyesuaikan kecepatan kendaraan di depannya. Kelima, Traffic Jam Assist (TJA). Sistem ini adalah bagian dari Adaptive Cruise Control (ACC) yang membaca jarak mobil di depannya.
TJA membantu mobil berakselerasi dan deselerasi secara otomatis saat berada di kemacetan atau saat di jalan raya dan memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, serta mengurangi kelelahan berkendara di jalan.
Baca juga : Raksasa Otomotif Jepang Toyota Cetak Rekor Laba Bersih
Keenam, Intelligent Cruise Assist (ICA). Sistem akan aktif di kecepatan diatas 60 km/jam. Sistem ini membantu menjaga mobil agar selalu berada di jarak yang aman dari mobil di depannya.
Ketujuh, Lane Departure Warning (LDW). Fitur ini akan membantu mendeteksi apabila mobil berpindah jalur tanpa disengaja dan akan memberikan peringatan. Kedelapan, Emergency Lane Keeping System (ELKS). Apabila peringatan dari Lane Departure Warning diabaikan, maka sistem akan melakukan koreksi pada setir, agar mobil kembali ke lajur yang benar.
Terakhir, High Beam Assist (HBA). Sistem ini memungkinkan lampu depan mobil secara otomatis beralih antara lampu jauh dan lampu dekat, tergantung pada kondisi lalu lintas.
“Fitur ADAS pada smart EV menjadi salah satu fitur yang sangat penting saat ini, terutama mengingat kondisi jalanan di Indonesia, khususnya di area perkotaan yang begitu padat dan penuh kemacetan. Kondisi ini sering membuat pengendara cepat lelah dan kurang awas terhadap lingkungan sekitarnya,” ungkap Product Planning Manager PT NETA Auto Indonesia Jordy Angkawidjaja.
(Z-9)
Tren mobilitas korporasi kini tidak lagi semata berfokus pada efisiensi dan keandalan, tetapi juga semakin menekankan aspek keberlanjutan.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Jatim) mulai membahas, dan mematangkan serta mengkaji kebijakan pajak kendaraan listrik.
AWKI jajaki kerja sama kendaraan listrik dengan Tiongkok, dorong fast charging dan buka peluang baru bagi ojol perempuan di Indonesia.
Bapenda DKI Jakarta siapkan skema pajak kendaraan listrik (EV) berdasarkan nilai kendaraan, meski saat ini masih mengikuti arahan pusat untuk pembebasan pajak.
Perubahan kebijakan pajak kendaraan listrik dinilai dapat memengaruhi percepatan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) meminta pemerintah memastikan keselarasan dan kepastian kebijakan kendaraan listrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved