Pelaku Usaha Jajaki Kerja Sama EV untuk Driver Ojol Perempuan

 Gana Buana
25/4/2026 19:09
Pelaku Usaha Jajaki Kerja Sama EV untuk Driver Ojol Perempuan
Peluang baru bagi ojol perempuan di Indonesia dari inovasi kendaraan listrik.(Dok. Instagram)

ALIANSI Wirausaha Kebangsaan Indonesia (AWKI) menjajaki kerja sama internasional dengan Tiongkok melalui skema business to business (B2B) matching. Kerja sama ini fokus pada pengembangan kendaraan listrik, termasuk infrastruktur fast charging.

Ketua Bidang Maritim dan Logistik AWKI, Rudolf Tampubolon, mengatakan pihaknya telah membangun jaringan dengan mitra dari Tiongkok dan menghadirkan perwakilan dalam kegiatan penjajakan kerja sama tersebut.

“Kami membentuk tim B2B matching dengan Tiongkok, dan hari ini ada tamu dari Tiongkok yang ingin menjalin kerja sama dengan pengusaha di AWKI, salah satunya terkait fast charging kendaraan listrik,” kata Rudolf di Jakarta belum lama ini.

Menurut dia, kolaborasi ini relevan dengan perkembangan transportasi berbasis listrik yang mulai diadopsi oleh pengemudi ojek online (ojol).

“Ini ada kaitannya dengan ojol, karena sekarang banyak yang menggunakan motor listrik, sehingga ke depan bisa mendukung kebutuhan mereka,” ujarnya.

Selain itu, AWKI juga membuka akses bagi pengusaha dalam negeri untuk terhubung dengan mitra global guna memperkuat daya saing.

“Kami punya akses untuk mempertemukan pengusaha di AWKI dengan pengusaha di Tiongkok. Pengusaha kita sebenarnya tangguh, tetapi belum sepenuhnya didukung, sehingga perlu didorong agar bisa berkembang,” kata Rudolf.

Sementara itu, Ketua Umum AWKI, Robertus Rani Lopiga, menegaskan bahwa di tengah penguatan ekonomi dan teknologi, perlindungan terhadap pengemudi ojol perempuan tetap menjadi prioritas.

“Perempuan Indonesia itu hebat dan kuat. Mereka bekerja, mendidik anak, dan memberi nilai kebangsaan sehingga tetap berpegang pada Pancasila,” ujarnya.

Robertus menambahkan, AWKI tengah menyiapkan bantuan hukum bagi pengemudi ojol, khususnya perempuan, sebagai bentuk perlindungan konkret.

“Kami rencana akan memberikan bantuan hukum bagi para pengemudi ojek online yang mengalami masalah, sehingga ada perlindungan khusus untuk perempuan dan anak,” katanya.

Sekretaris Jenderal AWKI, Peter Julio Tarigan, menyebut kolaborasi akan terus diperluas guna mendukung program pemberdayaan.

“Ke depan kami akan terus berkolaborasi dengan PPNK lain maupun komunitas lainnya,” ujarnya.

Dewan Pembina AWKI, Dipo Ditiro Latief, menambahkan bahwa dukungan terhadap pengemudi juga dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas teknis.

“Kalau berkolaborasi dengan IMI, mereka bisa ikut safety riding, mendapat bantuan teknis, bahkan road assistance jika ada kendala di jalan,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini yang menghadirkan ojol perempuan dan aktivis perempuan.

Ketua Panitia Acara, Nyimas Choiriyah Halim, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang penguatan solidaritas perempuan.

“Rangka acara ini memperingati Hari Kartini dan halal bihalal, dengan menghadirkan ojol perempuan dan aktivis perempuan sebagai Srikandi bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda tahunan.

“Harapannya kegiatan ini akan terus berlanjut setiap tahun dengan dukungan para senior dan antusias para Srikandi bangsa,” kata Nyimas. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya