Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) meminta pemerintah memastikan keselarasan dan kepastian kebijakan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis energi.
Ketua Umum AISMOLI, Budi Setiyadi, mengatakan industri kendaraan listrik saat ini telah siap, baik dari sisi investasi, produksi, maupun pasar. Namun, kepastian regulasi dinilai menjadi faktor kunci agar ekosistem dapat berkembang optimal.
“Kebijakan yang baik tidak cukup, namun harus selaras dan sampai ke lapangan dengan satu tafsir yang sama. Kepastian kebijakan menjadi barang mahal dan dibutuhkan bagi industri untuk berinvestasi, berproduksi, dan melayani masyarakat,” ujar Budi.
Menurut AISMOLI, munculnya sejumlah regulasi secara bersamaan, seperti Permendagri 11/2026 dan surat edaran Kementerian Dalam Negeri, menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen, pelaku usaha, dan investor terkait arah kebijakan kendaraan listrik.
TREN POSITIF EKOSISTEM EV
Di sisi lain, asosiasi mencatat perkembangan ekosistem EV di Indonesia menunjukkan tren positif. Investasi sebesar USD 2,73 miliar masuk ke sektor ini sepanjang 2023–2025, dengan keterlibatan sejumlah produsen global seperti BYD, Chery Automobile, Mitsubishi Motors, XPENG, dan GAC AION.
Pangsa pasar kendaraan listrik juga meningkat dari 1,09% pada 2022 menjadi 12,93% pada 2025. AISMOLI menilai, khusus untuk sepeda motor listrik, percepatan adopsi penting mengingat jumlah kendaraan roda dua di Indonesia mencapai lebih dari 150 juta unit.
Selain itu, transisi ke kendaraan listrik dinilai berdampak signifikan terhadap penghematan fiskal. Studi Institute for Development of Economics and Finance menyebut elektrifikasi 10% kendaraan penumpang dapat menghemat subsidi BBM hingga Rp12,3 triliun per tahun.
AISMOLI juga menyoroti besarnya beban subsidi energi nasional yang mencapai Rp322 triliun pada 2022. Dalam kondisi harga minyak tinggi, beban tersebut berpotensi meningkat signifikan sehingga elektrifikasi dinilai sebagai langkah strategis untuk perlindungan fiskal.
Di luar aspek ekonomi, asosiasi menekankan pentingnya kendaraan listrik bagi kesehatan publik. Data World Health Organization menunjukkan polusi udara menyebabkan sekitar 7 juta kematian prematur per tahun secara global, sementara sektor transportasi menjadi salah satu kontributor emisi di perkotaan.
TIGA USULAN
Untuk itu, AISMOLI mengusulkan tiga langkah utama, yakni penyelarasan regulasi pusat dan daerah, pembentukan forum koordinasi lintas kementerian, serta pelibatan aktif asosiasi industri dalam perumusan kebijakan.
“Indonesia punya semua yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin transisi kendaraan listrik di Asia Tenggara. Yang tersisa hanyalah memastikan setiap kebijakan mendorong ke arah yang sama,” kata Budi.
AISMOLI menegaskan siap bekerja sama dengan pemerintah guna mempercepat transisi kendaraan listrik, sekaligus mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat industri nasional. (E-2)
Asosiasi Sepeda Motor Listrik (Aismoli) berharap program subsidi pembelian sebesar Rp7 juta per unit motor listrik dilanjutkan pemerintahan baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved