Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem di 32 daerah di Jawa Tengah pada Rabu (22/4). Selain itu, banjir akibat air laut pasang (rob) masih terjadi di wilayah pesisir utara (Pantura) dan berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, mengatakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi sejak siang hingga malam hari. “Di tengah masa pancaroba ini, cuaca ekstrem masih menjadi ancaman serius, sehingga masyarakat perlu waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak pagi hari sejumlah wilayah telah diguyur hujan ringan hingga sedang. Intensitas hujan diperkirakan meningkat pada siang hingga awal malam, terutama di kawasan Pantura, Solo Raya, wilayah selatan, tengah, barat, pegunungan, serta dataran tinggi Jawa Tengah.
Sebanyak 32 daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem antara lain Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Temanggung, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, dan Tegal.
BANJIR ROB
Sementara itu, banjir rob masih melanda sejumlah wilayah pesisir utara Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Doni Prastio, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. “Awas, banjir di Pantura akibat rob berlangsung pukul 12.00 hingga 16.00 WIB,” kata Doni.
Ia menyebutkan ketinggian air pasang dapat mencapai hingga 1 meter. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga, termasuk transportasi, kegiatan bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan, serta produksi garam.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk tetap siaga terhadap dampak rob yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Adapun kondisi cuaca secara umum di Jawa Tengah didominasi angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–25 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 55–95 %. (E-2)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
BBMKG Wilayah III Denpasar juga merilis level peringatan Siaga tehadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kabupaten Badung pada Minggu (1/2).
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia masih tinggi hingga akhir Januari 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 16 perjalanan kereta api akibat dampak cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved