Dedi Mulyadi Tegur Sekda soal Penataan Gedung Sate

Naviandri
21/4/2026 16:25
Dedi Mulyadi Tegur Sekda soal Penataan Gedung Sate
Penataan Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat(Dok.Istimewa)

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM menyentil (Sekda) dan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terkait rencana penataan Gedung Sate sebagai Kantor pusat pemerintahan Pemprov Jabar. Kabar penataan Gedung Sate mencuat pada awal April 2026.

Seperti dibertitakan sebelumnya, bahwa penataan Gedung Sate tersebut merupakan satu di antara perencanaan proyek Pemprov Jabar yang disebut Plaza Gedung Sate. Direncanakan proyek tersebut menganggarkan dana hingga Rp15 miliar.

“Saya mengklarifikasi pemberitaan tersebut dan mengingatkan Sekda serta jajarannya agar berkomunikasi dengan masyarakat menggunakan bahasa sederhana. Rencana penataan Gedung Sate itu hanya menyasar halaman saja, disebut Plaza bukan berarti pembangunan gedung seperti mal, melainkan hanya memperluas halaman Gedung sate,” papar Dedi Mulyadi, kemarin.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pengumuman di Gedung Sate akan dibangun plaza perlu diluruskan. Ia menjelaskan halaman Gedung Sate akan diperluas sehingga halaman Gazibu dan Gedung Sate menyatu. Penataan ini akan menjadikan Plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu sebagai satu kesatuan yang terintegrasi.
 
“Nantinya Jalan Diponegoro yang lurus melintang di depan Gedung Sate, akan dialihkan melingkari wilayah Gedung Sate bagian utara mengambil sebagian lahan Gasibu. Jadi luasan Jalan Diponegoro nanti mengambil seluas tanah Gasibu di ujung,” terang Dedi Mulyadi.

Sementara itu Walikota Bandung Muhammad Farhan menerangkan tidak ada izin yang dilanggar soal penataan kawasan Gedung Sate.

“Saya sudah mendapat informasi mengenai rencana penataan kawasan Gedung Sate yang dibuat menyatu dengan Lapangan Gasibu. Rencana tersebut tak melanggar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang berlaku di Kota Bandung," kata Farhan.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Bandung sudah melakukan kajian soal penataan ulang Jalan Diponegoro sepanjang 130 meter yang akan dijadikan sebagai bagian dari pedestrian untuk Gedung Sate. Farhan enggan menanggapi banyaknya kritikan terkait dengan rencana tersebut. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya