Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERANGKATAN jemaah haji Embarkasi Makassar tahun ini mencatat sejarah baru. Kloter pertama akan dilepas Rabu (22/4) pada pukul 03.20 WITA dini hari berasal dari Kabupaten Soppeng secara penuh sebanyak 387 jemaah.
Untuk pertama kalinya, Kabupaten yang terletak sekitar 180 km utara Makassar itu tidak bergabung dengan daerah lain dalam satu kloter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengungkapkan bahwa percepatan waktu pelepasan ini adalah konsekuensi dari implementasi layanan Makkah Route.
"Dalam skema ini, seluruh proses pemeriksaan keimigrasian Kerajaan Arab Saudi dipindahkan dari Jeddah/Madinah ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar," ungkap Ikbal, Selasa (21/4) saat menerima kedatangan kloter 1 Embarkasi Makassar.
"Pemeriksaan paspor imigrasi Saudi yang selama ini diperiksa di Arab Saudi, Alhamdulillah tahun ini dipindahkan ke Bandara Sultan Hasanuddin. Dampaknya, bila jemaah tiba landing di Saudi, tidak ada lagi pemeriksaan. Mereka bisa langsung naik bus menuju hotel," lanjutnya.
Selain keimigrasian Saudi, inovasi lain yang dirasakan langsung oleh jemaah adalah pembagian gelang identitas atau nusuk. Jika tahun lalu gelang ini baru dibagikan di Mekkah, kini pembagiannya dilakukan di Asrama Haji Embarkasi Makassar. Hal ini membuat identitas jemaah langsung terintegrasi dengan sistem Saudi sebelum lepas landas.
Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, yang turut mengawal jemaah sejak keberangkatan dari Kabupaten Soppeng menyampaikan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa tahun ini adalah momentum istimewa bagi Bumi Latemmamala karena jumlah jemaahnya melonjak tiga kali lipat dari kuota normal.
"Kuota normal kami sekitar 237 orang. Tahun ini 961 orang. Itu artinya kami masuk empat besar kabupaten dengan jemaah terbanyak di Sulawesi Selatan bersama Bone, Wajo, dan Gowa," jelas Selle KS Dalle.
Ini menjawab persoalan daftar tunggu di Soppeng yang sebelumnya di atas 15 tahun. Sekarang rata-rata waktu tunggu Sulsel 26 tahun, tapi kami bersyukur ada penyelesaian dari Kementerian.
Pelepasan kloter perdana ini juga dihadiri langsung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan dan Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah.
Kehadiran para pejabat tinggi tersebut menambah khidmat prosesi pelepasan. Selle menambahkan, "Semakin banyak yang mendoakan jemaah kami, insya Allah semakin dimudahkan di Tanah Suci dan pulang dengan predikat haji yang mabrur."
Setelah kloter pertama ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar kembali menerima kloter kedua dari Kabupaten Sidrap pukul 11.00 WITA yang dijadwalkan terbang, pukul 07.05 WITA keesokan harinya. (H-2)
Bupati menyampaikan momentum keberangkatan ini merupakan penantian panjang yang akhirnya terwujud bagi para jamaah.
PPIH Arab Saudi menyiagakan 52 unit bus khusus untuk mendukung mobilitas jemaah haji disabilitas asal Indonesia.
Petugas juga terus mematangkan berbagai skema pelayanan. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pemetaan data, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Pemberangkatan jemaah calon haji dari Maluku Utara.
SUASANA haru menyelimuti pelepasan 336 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Agam tahun 1447 Hijriah.
ROMBONGAN jemaah haji Kloter 05 Embarkasi Padang asal Kabupaten Padang Pariaman tiba di Asrama Haji, Selasa (28/4) pagi.
Malam ini, pukul 20.20 Wita, Asis dijadwalkan terbang ke Arab Saudi. Ia tergabung dalam kloter 7 bersama 387 calon jemaah haji asal Gowa.
Seorang jemaah haji asal Soppeng batal berangkat di Kloter 1 Embarkasi Makassar karena hamil 10 minggu. Simak aturan kesehatan haji bagi ibu hamil.
Apabila ditemukan indikasi kehamilan di bawah 16 minggu, jemaah masih dimungkinkan berangkat dengan catatan kondisi kesehatan prima dan mendapat pengawasan khusus dari tim kesehatan kloter.
Menurut Ikbal, kloter pertama akan memasuki asrama pada pukul 08.00 WITA dan diberangkatkan pukul 03.20 WITA keesokan harinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved