Produksi Sampah Lamongan Capai 550 Ton per Hari, Pemkab Siapkan Strategi Komprehensif

M Ahmad Yakub
17/4/2026 21:14
Produksi Sampah Lamongan Capai 550 Ton per Hari, Pemkab Siapkan Strategi Komprehensif
Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jatim, berkomitmen menangani sampah melalui strategi komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.(MI/M Yakub)

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jatim, berkomitmen menangani sampah melalui strategi komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Upaya ini dilakukan sebagai langkah konkret mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. 

Program ini juga sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat. Apalagi produksi sampah di Lamongan mencapai 550 ton per hari. Hal itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Gedung Pemkab Lamongan, Kamis (16/4). 

Menurut dia, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen mulai dari pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta dalam satu sistem yang terintegrasi. Hal ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Lamongan dalam menjawab tantangan meningkatnya volume sampah.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari sumbernya. Tidak hanya di hilir, tetapi juga di hulu melalui perubahan perilaku masyarakat,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu.

Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Lamongan mencapai sekitar 550 ton per hari. Untuk memaksimalkan pengelolaannya, berbagai langkah telah dilakukan, di antaranya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk mengurangi beban lingkungan. 

Pemkab Lamongan juga terus mendorong penguatan TPS3R di tingkat desa sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui sistem ini, sampah dapat dipilah dan diolah sejak dari sumbernya, sehingga mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. 

Termasuk, menciptakan nilai ekonomi melalui bank sampah dan ekonomi sirkular.  Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi tersebut. 

Pemkab Lamongan secara berkelanjutan mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik, pemilahan sampah rumah tangga, hingga pemanfaatan komposter sebagai upaya perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup ramah lingkungan.

Dalam mendukung sistem pengelolaan yang lebih modern, Pemkab Lamongan juga mengambil bagian dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Surabaya Raya. Melalui program ini, sampah tidak hanya dikelola, tetapi juga dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan. 

Pak Yes juga menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar target pengurangan dan penanganan sampah dapat tercapai secara optimal.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan strategi yang terintegrasi, kami optimis persoalan sampah di Lamongan dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya.(YK/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya