Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi segera merumuskan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 guna memperketat pembatasan penggunaan media sosial bagi anak, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak paparan digital di usia dini.
Kebijakan ini diarahkan untuk memperketat pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur.
Dedi yang akrab disapa KDM menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat tersebut. Ia menilai aturan ini sejalan dengan kebijakan di Jawa Barat yang lebih dulu melarang siswa membawa telepon genggam ke sekolah.
“Jabar akan buat turunannya. Anak-anak di bawah usia dewasa tidak dulu melakukan transaksi hubungan yang bersifat bermedia sosial, apalagi memiliki akun sendiri. Terlebih Jawa Barat sendiri sudah lama meminta anak sekolah tidak boleh bawa HP ke sekolah,” kata Dedi di Bandung, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap perkembangan era digital, khususnya fenomena “anak gadget” yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan perkembangan otak kiri dan kanan anak agar terbentuk generasi yang kuat. Dalam konteks ini, peran orang tua menjadi krusial dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak.
“Salah satu problem dari masyarakat Indonesia saat ini adalah anak-anak. Bayangin saja, seorang ibu sejak kecil sudah memberikan media sosial pada anak-anaknya. Ibu memilih anak-anaknya anteng dengan HP-nya dibanding dengan mengasuh dengan tangan dan hatinya,” ucapnya.
Dedi juga mengakui tantangan tersebut terjadi dalam kehidupan pribadinya saat mengasuh anak bungsunya, Ni Hyang, yang mulai terpapar penggunaan gadget.
“Ni Hyang itu kalau tidak saya ribut tiap hari, itu masih nyuri-nyuri loh pakai HP. Karena yang mengasuhnya kadang-kadang memberikan. Karenanya perlu didukung kebijakan ini dan perlu kesadaran dari kita,” tuturnya.
Sebagai informasi, PP Tunas mulai berlaku sejak 28 Maret 2026 dan mengatur pembatasan akses anak terhadap berbagai platform digital seperti Instagram, Facebook, Threads, X, Bigo Live, YouTube, TikTok, serta Roblox.
Berdasarkan keterangan Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga tahap awal implementasi, enam platform telah menyatakan kepatuhan terhadap aturan tersebut, yakni X, Bigo Live, Instagram, Facebook, Threads, dan TikTok. Sementara itu, Roblox dan YouTube masih belum sepenuhnya memenuhi ketentuan.
Kementerian memberikan tenggat waktu tiga bulan bagi seluruh platform digital untuk menyampaikan laporan penilaian mandiri terkait profil risiko produk, fitur, dan layanan mereka sesuai ketentuan PP Tunas. (Ant/I-1)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pengamanan seluruh perlintasan kereta api, termasuk yang tidak resmi, guna mencegah kecelakaan berulang.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik publik sekaligus menegaskan komitmennya pada transparansi dalam polemik yang melibatkan Persib Bandung.
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akrab saat keduanya bersua di acara LKPD
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya yang tercatat berdomisili di Kota Cimahi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memberikan kepastian terkait pembayaran gaji karyawan Kebun Binatang Bandung yang sempat tertunggak.
Anak-anak mengikuti kegiatan belajar menari di Sanggar Merti Desa, Desa Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
KPAI menyoroti risiko radikalisme anak di media sosial. Simak peran PP Tunas dan pentingnya pengawasan orang tua dalam melindungi anak di ruang digital.
Kegiatan literasi gratis yang rutin digelar setiap hari Minggu tersebut bertujuan memudahkan anak mengakses beragam bahan bacaan secara inklusif.
Pembatasan akses mandiri ini akan memaksa teknologi kembali ke fungsinya yang semula, yaitu sebagai alat bantu literasi dan riset, bukan sekadar hiburan tanpa henti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved