Fenomena Anak di Jawa Tengah Curhat ke AI Picu Kekhawatiran

Irvan Sihombing
14/4/2026 20:57
Fenomena Anak di Jawa Tengah Curhat ke AI Picu Kekhawatiran
Ilustrasi(ANTARA/Ahmad Rifandi)

FENOMENA anak curhat ke kecerdasan buatan (AI) di Jawa Tengah menjadi sorotan serius pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Jateng Sumarno mengungkap hasil survei yang menunjukkan banyak anak lebih memilih mencurahkan masalah kepada teknologi dan teman sebaya.

Sumarno mengaku prihatin atas fenomena anak yang lebih memilih mencurahkan masalah kepada gadget berbasis kecerdasan buatan (AI) dan bukan kepada orang tua.

“Kemarin, DP3AP2KB Jateng mengadakan survei. Kalau (anak) ada masalah curhatnya ke siapa? Ternyata, banyak curhat-nya ke temannya, ke AI. Tidak ke keluarga, ke bapak-ibunya. Ini kan kita prihatin,” ujarnya di Semarang, Selasa (14/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan usai membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.

Sumarno menekankan pentingnya memperkuat peran keluarga dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Menurutnya, hampir seluruh persoalan bermuara dari lingkungan keluarga.

“Semua permasalahan itu kan ada di keluarga. Kan keluarga terdiri dari suami istri ya. Di suami istri kan ada masalah kelompok rentan, kekerasan terhadap perempuan dan sebagainya,” katanya.

Ia menyebut berbagai persoalan yang dihadapi anak, seperti stunting hingga pernikahan usia dini, juga berakar dari kondisi keluarga.

“Menurut kami bahwa permasalahan-permasalahan itu kita identifikasi dimulai dari keluarga, tentu saja menyelesaikannya juga harus dari bawah. Yakni, keluarga. Bagaimana menyelesaikan masalah stunting, masalah pernikahan dini, masalah kekerasan, dan sebagainya,” jelasnya.

Sumarno menegaskan bahwa penyelesaian persoalan keluarga tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah provinsi. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah kabupaten/kota hingga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Karena ini tidak bisa kita selesaikan sendiri. Sehingga rapat koordinasi ini sangat strategis. Bagaimana nanti menyamakan persepsi, menyamakan langkah supaya lebih efektif dalam membangun keluarga yang kuat, sejahtera, dan menciptakan SDM yang unggul,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan rapat koordinasi tersebut bertujuan mendorong implementasi program prioritas sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga.

Program Bangga Kencana mencakup sejumlah inisiatif nasional, di antaranya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), serta Super Apps berbasis digital.

Berbagai program tersebut dijalankan melalui penguatan kader pendamping keluarga, pengembangan kabupaten/kota layak anak, kampanye kesetaraan gender, hingga inovasi pendidikan keluarga dan lansia.

“Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah,” katanya. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya