Harga Kemasan Plastik Naik, Industri Makanan-Minuman Tertekan

Agus Utantoro
09/4/2026 08:59
Harga Kemasan Plastik Naik, Industri Makanan-Minuman Tertekan
Jogja Good & Baverage Expo.(MI/Agus Utantoro)

PELAKU usaha makanan dan minuman menghadapi tekanan akibat kenaikan harga kemasan plastik yang dipicu situasi global, termasuk konflik di kawasan Teluk. Kenaikan harga bahkan disebut mencapai hingga 100 persen.

Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan kondisi tersebut banyak dikeluhkan pelaku usaha. “Harga plastik mengalami kenaikan hingga 100 persen. Kondisi ini kemudian banyak dikeluhkan,” ujarnya di sela pembukaan Jogja Food & Beverage Expo 2026 di JEC, Yogyakarta, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi keterbatasan pasokan dan berkurangnya produksi dari produsen plastik. Dampaknya, biaya kemasan produk di industri makanan dan minuman meningkat sekitar 30% hingga 60%.

Adhi meminta pelaku usaha mencari alternatif untuk menyiasati kondisi tersebut. “Pelaku usaha perlu mencari solusi agar tetap bisa menjalankan bisnis di tengah kenaikan biaya kemasan,” katanya.

Jogja Food & Beverage Expo 2026 yang berlangsung hingga Minggu (11/4) menjadi ajang bagi pelaku industri untuk mencari solusi dan inovasi. Pameran ini diikuti 120 peserta, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, berharap pameran ini dapat membuka peluang pasar. “Harapannya juga bisa membuka akses baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi sektor pangan. “Kegiatan ini menampilkan teknologi food processing, peralatan dapur profesional, hingga bahan baku berkualitas dan functional ingredients,” katanya.

Menurut Daud, berbagai solusi juga dipamerkan untuk menjawab tantangan industri, seperti teknologi pengemasan ramah lingkungan, mesin produksi otomatis, hingga sistem keamanan pangan.

Adhi menambahkan, pameran seperti ini penting untuk mendorong kemajuan industri, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah. “Dengan berbagai pameran, pelaku UMKM bisa memperbaiki kualitas produk hingga mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya