Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 7,3 yang mengguncang Laut Maluku pada Kamis (2/4) pagi kembali menegaskan tingginya aktivitas tektonik di kawasan tersebut. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu zona paling kompleks dan aktif di dunia karena karakteristik geologinya yang unik.
Anggota Pusat Studi Gempa Nasional, Daryono, menjelaskan bahwa Laut Maluku bukan sekadar perairan biasa. Kawasan ini berada dalam sistem subduksi ganda yang menciptakan tekanan tektonik luar biasa besar.
Menurut Daryono, kondisi tektonik di Laut Maluku dipicu oleh lempeng yang terjepit dari dua arah. Hal ini menyebabkan akumulasi energi yang besar dan kerap dilepaskan dalam bentuk gempa bumi dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
"Zona Laut Maluku dikenal unik karena berada dalam sistem subduksi ganda. Kondisi ini menciptakan tekanan luar biasa yang kerap dilepaskan dalam bentuk gempa bermekanisme sesar naik. Mekanisme inilah yang menjadi pemicu utama tsunami karena mampu mengangkat dasar laut secara tiba-tiba," ujar Daryono, Kamis (2/4).
Sejarah mencatat bahwa kawasan Laut Maluku telah berulang kali dihantam tsunami, mayoritas dalam skala lokal hingga menengah. Berikut adalah catatan peristiwa tsunami yang pernah terjadi di kawasan tersebut:
Daryono menekankan bahwa meskipun tsunami di Laut Maluku umumnya berskala kecil hingga menengah, sifatnya yang lokal justru sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan jarak antara sumber gempa dengan pemukiman penduduk di pesisir sangat dekat.
"Banyak wilayah pesisir dan pulau kecil berada sangat dekat dengan sumber gempa, sehingga waktu tiba tsunami bisa hanya dalam hitungan menit tanpa banyak kesempatan untuk peringatan dini," tegasnya.
Selain deformasi vertikal dasar laut akibat gempa M 7,3, potensi pemicu lain seperti longsoran bawah laut juga patut diwaspadai. Karakteristik dasar laut yang curam di wilayah ini dapat memicu pergerakan massa tanah saat diguncang gempa kuat.
"Kawasan Laut Maluku mungkin tidak sepopuler zona megathrust Sumatra dalam hal tsunami besar, tetapi tetap aktif dan berisiko tinggi. Kewaspadaan menjadi kunci utama," pungkas Daryono. Masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap siaga terhadap potensi tsunami lokal yang dapat datang dalam waktu singkat setelah guncangan gempa dirasakan. (I-2)
Gempa M 6,2 mengguncang Hokkaido, Jepang, Senin (27/4/2026) pagi. JMA melaporkan tidak ada potensi tsunami dan kondisi PLTN Tomari terpantau aman.
Simulasi kesiapsiagaan bencana di Stikes Dhamra Husada, Bandung, Jawa Barat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi pada Selasa (21/4) dini hari pukul 01.47 WIB.
Kemlu RI pastikan kondisi WNI usai gempa M 7,4 dan ancaman tsunami di Jepang Utara. Simak hotline darurat KBRI Tokyo dan situasi terkini di Aomori-Iwate.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melalui KBRI Tokyo menyatakan telah menerima informasi terkait peringatan tsunami yang berlaku di Prefektur Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido
GEMPA bumi berkekuatan besar mengguncang lepas pantai utara Jepang, Senin (20/4). Perdana Menteri Sanae Takaichi membentuk tim tugas darurat, simak fakta-fakta gempa jepang hari ini
BMKG memprediksi frekuensi gempabumi susulan pascagempa utama berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 di Maluku Utara akan terus menunjukkan tren penurunan.
Presiden Prabowo Subianto instruksikan BNPB dan Basarnas segera kirim bantuan ke lokasi gempa M 7,6 di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Simak langkah darurat pemerintah di sini.
Aktivitas warga Manado kembali normal pascagempa M 7,3. Basarnas melaporkan satu orang meninggal dunia dan kerusakan pada Gedung KONI Manado.
Gempa M 7,6 mengguncang perairan Sulawesi Utara, Kamis (2/4). Tsunami kecil terdeteksi di Bitung dan Halmahera. Rumah ibadah dan rumah warga dilaporkan rusak.
Gempa M 7,4 di Laut Maluku mengungkap kompleksitas tektonik subduksi ganda Lempeng Sangihe dan Halmahera. Simak analisis ahli mengenai risiko tsunami lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved