Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS balik masih berlangsung di sejumlah ruas jalan di Jawa Tengah, diperkirakan masih ada 450 ribu kendaraan belum balik dan akan berlangsung Minggu (29/3) ini, cuaca ekstrem masih menjadi pengganggu pemudik yang balik di hari terakhir liburan lebaran ini.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (29/3) sejak pagi ribuan kendaraan arus balik menuju ke sejumlah daerah di Jabodetabek masih terlihat melintas di sejumlah ruas jalan dan Jawa Tengah seperti Tol Trans Jawa, Pantura, jalur tengah dan Pansela, hingga siang jumlah kendaraan balik terus meningkat dan diperkirakan akan berlangsung hingga malam.
Kepadatan arus lalulintas terlihat di sejumlah titik di daerah sepanjang jalur Pantura seperti Kota Tegal, Pekalongan, Batang terutama di sejumlah pusat perbelanjaan maupun gerbang menuju lokasi wisata, sehingga terlihat ratusan petugas gabungan terus sibuk mengatur kendaraan yang keluar masuk ke kawasan tersebut.
Meskipun jumlah kendaraan arus balik sedikit berkurang dibandingkan sehari sebelumnya, namun kepadatan juga masih terpantau di ruas Jalan Tol Trans Jawa terutama di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung dan GT Banyumanik Semarang. "Di GT Kalikangkung kita buka hingga 25 gardu untuk menjaga kelancaran arus balik," kata Direktur Utama TMJ Prajudi.
Berdasarkan catatan, pada pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB sudah ada 10.273 unit kendaraan melintas di GT Kalikangkung Semarang menuju arah Jabodetabek dan diperkirakan akan semakin meningkat hingga jelang penutupan one way pada pukul 24.00 WIB malam ini.
Direktur Lalulintas Polda Jawa Tengah Kombes M Pratama Adhyasastra mengatakan hingga hari terakhir pelaksanaan arus mudik dan balik di Jawa Tengah berjalan lancar dan tidak tercatat adanya insiden besar yang memaian korban cukup banyak, bahkan kemacetan panjang seperti dikhawatirkan dapat diantisipasi sebelumnya.
Hingga saat ini, lanjut Pratama Adhyasastra, sebanyak 2,7 juta kendaraan pemudik lebaran telah keluar dari Jawa Tengah kembali ke arah Jabodetabek, namun masih ada sekitar 450 ribu kendaraan pemudik yang masih berada di Jawa Tengah dan diperkirakan akan mulai bergerak meluncur pada Minggu (29/3) ini.
"Kita terus lakukan kesiagaan untuk kelancaran arus balik hingga ditutupnta pelaksanaan one way pada malam ini, waspadai kepadatan dan cuaca ekstrem di jalur mudik," ujar Pratama Adhyasastra.
Menjaga kelancaran arus balik ini, ungkap Pratama Adhyasastra, selain menempatkan ratusan petugas di sejumlah titik rawan kemacetan seperti gerbang tol, rest area, perlintasan kereta api, persimpangan, tempat wisata hingga sejumlah pasar tradisional, petugas juga terus meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik lainnya.
Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk dan cenderung ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir pada Minggu (29/3) ini.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Noor Jannah Indriyani mengatakan sebagian besar daerah di Jawa Tengah pada Minggu (29/3) masih akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang dan sambaran petir sehingga diminta warga berada di daerah itu untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi.
"Kepada pemudik arus balik juga diminta waspada terhadap kondisi cuaca tersebut, karena dapat mengganggu perjalanan, demikian Noor Jannah Indriyani Minggu (29/3).
Pada pagi hari umumnya berawan, menurut Noor Jannah Indriyani, namun memasuki iang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem masih berpotensi di sebagian besar daerah di pegunungan, dataran tinggi, Pantura, Solo Raya dan Jawa Tengah bagian tengah dan selatan.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, lanjut Noor Jannah Indriyani, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Slawi, Brebes, Magelang, Solo, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Sedangkan daerah lainnya diguyur hujan ringan-sedang, demikian Noor Jannah Indriyani, yakni Cilacap, Purworejo, Mungkid, Karanganyar, Ungaran, Kendal, Batang, Kajen, dan Pemalang."Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban 60-95 persen," tambahnya.
Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi secara terpisah mengungkapkan air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah pada pukul 15.00-19.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter l, sehingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura.
"Banjir akibat rob ini, selain merendam puluhan desa di sejumlah daerah di Pantura, juga dapat mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam," kata Usman Effendi.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
KEMENTERIAN Agama mencatat sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik (MRP) selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Riset Next by Antara mengungkap 92,1% pemudik puas dengan layanan KAI pada Lebaran 2026. Gen Z jadi penumpang dominan. Cek detail surveinya di sini!
MINGGU (29/3) subuh itu, cuaca dingin nan sejuk terasa menusuk jagat dan belulang hingga menembus raga.
Saat ini, petugas masih memberlakukan one way nasional tahap 2 dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama), dibantu skema contraflow di KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek.
Hujan meliputi sepanjang jalur lintasan Kecamatan Mutiara Timur, Mutiara, Peukan Baro, Indrajaya, Pidie, Kota Sigli, Grong-Grong dan Kecamatan Padang Tiji.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved