Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penemuan mayat di kawasan eks Kampung Gajah, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menggegerkan masyarakat. Kasus ini bermula saat dua saksi berinisial GR dan SA menemukan korban saat sedang melakukan live TikTok di lokasi pada Jumat, (13/2).
Awalnya, saksi mengira bau menyengat berasal dari bangkai hewan. Namun, setelah dicek, ternyata bau berasal dari jenazah seorang pria.
Diketahui, korban ZA, 14, pelajar SMP yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh ZA.
Korban mengalami luka robek di kepala akibat benda tumpul serta luka tusuk di bagian perut. Setelah melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan saksi, polisi akhinya mengamankan dua remaja YA, 16, dan AP, 17, yang merupakan teman korban.
"Kami menangkap kedua pelaku di Garut, tepatnya di Kecamatan Banyuresmi," ucap Kapolres Cimahi Ajun Komisaris Besar Niko N Adi Putra, Minggu (15/2). Menurut Niko, korban dipukul lebih dulu oleh YA menggunakan botol hingga terjatuh.
Setelah itu, ia mengeluarkan sangkur yang telah dipersiapkan dan melakukan penusukan berulang kali. Setelah kejadian, pelaku juga sempat menggunakan HP korban untuk membuat alibi.
Pelaku mengirim pesan ke sejumlah teman korban seolah korban masih hidup, bahkan mengaku diculik. "Malam harinya, pelaku menggunakan HP korban untuk mengirim pesan palsu kepada rekan korban yang menyatakan, 'Saya diculik,' agar terkesan korban masih hidup," ungkapnya.
Sebelum kejadian, pelaku YA sempat mengajak AP untuk pergi ke Bandung tetapi ditolak karena AP memiliki pekerjaan sebagai dekorator pernikahan. "Pada Senin, keduanya berangkat dari Garut dan menunggu korban di dekat SMP 26 Sukajadi sebelum waktu salat Ashar," katanya.
Setelah korban dan pelaku bertemu, ungkap Niko, YA mengajak korban untuk mengobrol ke dalam kawasan eks Kampung Gajah lantaran lokasi depan terlalu ramai. Sedangkan AP menunggu di luar dengan sepeda motor.
"Setelah dibawa ke dalam, terjadi percekcokan karena pelaku merasa sakit hati. YA langsung mengambil botol untuk memukuli kepala korban hingga jatuh, kemudian menusuknya delapan kali ke bagian perut," lanjutnya.
Setelah kejadian, pelaku mengambil HP dan jaket korban dengan kondisi korban yang masih hidup. Namun karena luka yang dialaminya parah, korban akhirnya meninggal dunia.
"Pelaku dan korban sudah saling kenal selama kurang lebih tiga tahun sejak masih di Garut. Meskipun jarak jauh, mereka masih sering bertemu hingga akhirnya pelaku merasa kesal dan dendam setelah korban menyatakan ingin mengakhiri pertemanan," tambah Niko.
Dua pelaku dituntut berdasarkan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun. (I-2)
Polisi ungkap motif pembunuhan ZA di eks Kampung Gajah Bandung Barat. Tersangka YA diduga posesif dan sakit hati karena korban ingin mengakhiri pertemanan.
Tragedi berdarah di Alam Barajo, Jambi. Indra tewas dengan 18 tusukan di depan anak balitanya. Polisi tangkap dua pelaku yang merupakan tetangga korban.
Ditjen Imigrasi tangkap WNA Amerika Serikat inisial AJP, buronan kasus pembunuhan, saat tiba di Bandara Ngurah Rai Bali berkat integrasi sistem Autogate.
Polisi ungkap kasus pembunuhan IRT di Hotel Sorake Batu Bara. Pelaku pria 61 tahun nekat mencekik korban karena emosi ajakan kencan ditolak.
Kasus pembunuhan Nus Kei memasuki babak baru. Polisi resmi kirim SPDP ke kejaksaan, dua tersangka terancam hukuman mati. Simak kronologi lengkapnya.
David Anthony Burke (D4vd) mengaku tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan Celeste Rivas Hernandez. Jasad korban ditemukan dalam Tesla miliknya.
POLRES Metro Bekasi memburu pelaku pembunuhan terhadap perempuan pengusaha tenda hajatan, Eem, 60, di kediamannya, Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved