Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG ramadan, harga kebutuhan cabai merah, telur, beras, daging ayam, daging sapi dan sayuran di pasar tradisional merangkak naik hingga banyak pembeli mengeluhkan. Kenaikan tersebut, karena hasil produksi petani adanya penurunan disebabkan cuaca ekstrem terjadi di berbagai daerah.
Eka Amalia, 40, warga Kampung Bebedilan, Kecamatan Cihideung mengatakan, harga berbagai kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional di Kota Tasikmalaya sekarang ini mengalami kenaikan terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam dan beras premium. Kenaikan tersebut, membuat banyak pembeli tidak bisa berbuat banyak lantaran semua harga mulai merangkak naik.
"Kenaikan harga bahan pokok terjadi pada telur semula dijual Rp29.500 naik menjadi Rp30 ribu perkg, bawang merah Rp40 ribu, cabai merah besar Rp90 ribu, daging ayam boiler Rp40 ribu. Kebutuhan lainnya berupa beras kualitas premium dijual Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu perkg, wortel Rp 15 ribu, daun bawang Rp 12 ribu, kentang ukuran besar Rp 36 ribu, katanya, Minggu (8/2/2026).
Sementara pembeli lainnya, Yuni, warga Singaparna mengatakan, jelang ramadan kebutuhan pokok di sejumlah pasar banyak dikeluhkan terutama telur dan daging ayam merangkak naik sejak beberapa hari meski beras premium tidak berubah. Kenaikan yang melonjak terjadi pada bawang merah Rp 40 ribu, bawang putih Rp 45 ribu, daging ayam Rp 40 ribu, daging sapi Rp 125 ribu perkg dan beras premium Rp 15 ribu perkg.
"Kenaikan telur dan daging ayam selama ini harganya merangkak naik terutama jelang ramadan, tapi anehnya untuk beras masih bertahan tidak ada perubahan sama sekali. Namun, beras SPHP dari Bulog rasanya itu hambar tidak ada rasa meski kebutuhan beras medium di pasaran langka karena di setiap penjual menyediakan beras kualitas premium," ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pasar induk Cikurubuk, Deri Herlisana mengatakan, jelang ramadan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar memang merangkak naik dan berdasarkan hasil pemantauan terjadi pada cabai merah, telur, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih dan sayutan. Kenaikan tersebut, lantaran beberapa kebutuhan digunakan oleh dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
"Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu. Namun, komoditas yang sering digunakan pada program MBG di sekolah berupa telur, daging ayam, tahu tempe, tapi untuk cabai merah terkendala cuaca ekstrem sangat berpengaruh dan selama ini dipasok dari luar daerah," pungkasnya. (H-2)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
DINAMIKA harga pangan di Sumatra Utara menunjukkan tren yang kontradiktif memasuki pekan keempat April 2026.
HARGA cabai merah di kawasan Provinsi Aceh sejak tiga hari terakhir menurun drastis.
SEJUMLAH komoditas cabai di Kota Padang Panjang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan pada minggu kedua April 2026.
Komoditas cabai besar dan cabai keriting, harga pada hari libur akhir pekan ini juga turun dari Rp60.000-Rp65.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Kepala UPTD Pasar Muka, Asep Hermawan, mengatakan turunnya harga komoditas cabai rawit dimungkinkan karena mulai berkurangnya permintaan.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena super El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE) Eliza Mardian mengingatkan bahwa fenomena super El Nino menjadi risiko serius bagi sistem pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Program stabilisasi harga beras tetap berjalan tanpa kenaikan harga, meskipun terjadi tekanan biaya akibat isu kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved