Harga Cabai Merah Di Aceh Terjun Bebas, Petani Lesu

Amiruddin Abdullah Reubee
18/4/2026 21:07
Harga Cabai Merah Di Aceh Terjun Bebas, Petani Lesu
Aktivitas pedagang cabai merah eceran di pusat Pasar Sayur Pante Teungoh, Ibu Kota Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

HARGA cabai merah di kawasan Provinsi Aceh sejak tiga hari terakhir menurun drastis. Kondisi ini membuat para petani cabai di provinsi paling ujung barat Indonesia tersebut lesu dan kehilangan semangat akibat nilai jual yang tidak sebanding dengan biaya produksi.

Padahal, pada pekan terakhir Maret lalu, harga bahan bumbu utama masakan ini sempat melambung tinggi. Saat itu, tingginya permintaan konsumen memicu kenaikan harga meskipun pasokan dari petani tergolong stabil. Namun kini, situasinya berbalik 180 derajat.

Anjloknya harga cabai merah lokal ini dipicu oleh meningkatnya produksi panen di tingkat petani yang tidak dibarengi dengan penambahan permintaan pasar. Hukum pasar pun berlaku; pasokan melimpah sementara serapan rendah mengakibatkan harga terjun bebas.

Kondisi di Kabupaten Pidie

Berdasarkan amatan Media Indonesia sejak Kamis hingga Sabtu (18/4), di pusat pasar sayur Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, harga cabai merah kualitas super kini hanya dibanderol Rp25.000 per kg. Angka ini merosot tajam dibandingkan akhir Maret yang sempat menyentuh Rp60.000 per kg.

Sementara itu, cabai merah kualitas standar yang sebelumnya dijual seharga Rp45.000 per kg, kini turun drastis menjadi Rp20.000 per kg. Bahkan, di tingkat distributor, harga sempat menyentuh titik terendah.

"Murah sekali harganya sekarang. Bahkan sempat turun menjadi 18.000 rupiah per kilogram," tutur Muslim, seorang agen distributor cabai merah di Kabupaten Pidie, kepada Media Indonesia.

Petani Aceh Singkil Terancam Rugi

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil. Para petani di wilayah pesisir Samudera Hindia ini mengaku sangat kecewa dengan harga yang terus merosot sejak sepekan terakhir. Mereka khawatir fenomena ini akan berujung pada kerugian besar.

Di Aceh Singkil, harga cabai kualitas super hanya dihargai Rp15.000 per kg, sedangkan cabai merah kualitas sedang hanya laku Rp10.000 per kg dalam Mata Uang Rupiah.

"Ini harga terendah sejak awal tahun 2026. Sudah tidak sesuai lagi dengan modal atau ongkos kerja yang kami keluarkan," keluh Putri, seorang petani cabai di Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.

Putri menambahkan, akibat harga yang terlalu rendah, banyak petani di kawasannya yang kehilangan semangat untuk mengurus lahan. Bahkan, pendapatan dari hasil penjualan saat ini dianggap tidak cukup untuk menutupi ongkos buruh petik atau biaya panen.

Perbandingan Harga Cabai Merah di Aceh (April 2026):
Wilayah Kualitas Super Kualitas Sedang
Kabupaten Pidie Rp25.000/kg Rp20.000/kg
Aceh Singkil Rp15.000/kg Rp10.000/kg

(MR/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya