Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, memimpin Rapat Konsolidasi Perdana pascaterbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 300.2.8-24A Tahun 2026 tentang Sekretariat Tim Pelaksana Satgas PRR Pascabencana Alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Rapat yang digelar di kompleks Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Aceh tersebut secara khusus membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai (DAS), pengaman sungai, pengaman pantai, hingga sumur bor. Forum ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, jajaran kementerian terkait, perwakilan Pemerintah Aceh, DPRA, Korsahli Pangdam Iskandar Muda, serta kepala Bappeda dan dinas teknis dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
"Validasi dan integrasi data menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Harus ada keselarasan antara data Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna), Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), hingga rencana aksi," ujar Safrizal.
Menurutnya, pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat harus jelas agar pelaksanaan dapat dipercepat secara efektif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Wida Nurfaida, memaparkan bahwa kementeriannya telah memobilisasi 1.377 personel, mengerahkan 44.954 tenaga kerja—di mana lebih dari 30 ribu merupakan tenaga lokal melalui skema padat karya—serta menurunkan 1.937 alat berat untuk pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
"Rencana Induk dan Rencana Aksi Kementerian PU telah rampung, dengan usulan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pada Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp39,49 triliun, sejalan dengan arahan Build Back Better," tutur Nurfaida.
Berdasarkan rekapitulasi data Posko Satgas Wilayah Aceh dari Jitupasna, klaster infrastruktur mencakup 2.303 ruas jalan, yang terdiri atas 67 titik jalan nasional, 87 titik jalan provinsi, dan 2.149 titik jalan kabupaten/kota. Untuk jembatan permanen, tercatat 1.091 unit dengan rincian 34 unit nasional, 98 unit provinsi, dan 959 unit kabupaten/kota. Selain itu, terdapat 59 unit jembatan bailey, dengan 18 unit telah selesai dibangun, enam unit dalam proses pembangunan, dan 35 unit masih dalam tahap perencanaan.
Di sektor infrastruktur sungai, rehabilitasi dan rekonstruksi meliputi 892 unit irigasi, 68 kegiatan normalisasi DAS, 612 pengaman sungai, 31 pengaman pantai, serta 44 unit sumur bor. Safrizal kembali menekankan pentingnya integrasi rapat lintas sektor dan satu data untuk mencegah tumpang tindih pekerjaan di lapangan. Menurutnya, overlay data baik long list maupun short list menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan.
Mengacu pada direktif Presiden dan Kasatgas Nasional PRR, dana perimbangan telah dikembalikan ke daerah, sehingga dukungan pembiayaan tersedia di tiap level pemerintahan. Safrizal menjelaskan bahwa meskipun status tanggap darurat hanya berlaku di beberapa kabupaten, penetapan masa tanggap darurat di tingkat provinsi memungkinkan mekanisme pengadaan dan pelaksanaan anggaran menggunakan skema kedaruratan. (E-3)
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, meninjau langsung hunian sementara.
Pemerintah memastikan proses pemulihan pascabencana di Aceh berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah menepis narasi yang berkembang di media sosial yang menyebut pemerintah menyerah dalam menangani lumpur pascabanjir Aceh.
Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana (PRR) melaporkan progres pembersihan lumpur pascabanjir di Aceh telah mencapai 92% hingga awal April 2026.
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan bagi penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang.
Banjir bandang kembali melanda Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (6/4).
Lokasi lahan masjid yang sebelumnya luas berkisar 2 hektare, habis tergerus arus deras saat banjir Aceh.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved