Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan lahan kosong seluas 50 x 70 meter di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Km 29 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng , Minggu siang(25/1) diduga akibat punting rokok yang dibuang sembarangan.
Hal ini dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, Senin (26/1).
Dijelaskannya , informasi awal kebakaran diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sekitar pukul 13.48 WIB melalui grup WhatsApp. Tak berselang lama, tim langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 14.30 WIB untuk melakukan penanganan.
“Kebakaran tersebut menghanguskan lahan kosong dengan luas sekitar 50 x 70 meter persegi. Meski tidak terlalu luas, kondisi angin yang bertiup cukup kencang sempat membuat api cepat merambat ke semak belukar di sekitarnya,”tuturnya.
“Dari hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Angin saat itu cukup kencang sehingga api dengan cepat membesar dan menyebar,” kata Multazam.
Ia menjelaskan, vegetasi di lokasi berupa tanah mineral dengan semak belukar kering, sehingga mudah terbakar. Untuk mencegah api meluas, BPBD Kotim langsung melakukan pemadaman menggunakan dua unit truk tangki air yang dikerahkan ke lokasi kejadian.
“Fokus kami saat itu adalah memastikan api tidak melebar ke area lain. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api baru,” ujarnya.
Berkat respons cepat, api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, ungkap dia.
Multazam menegaskan, peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, mengingat Kotim mulai memasuki musim kemarau. Ia mengimbau warga lebih berhati-hati, khususnya saat membuang puntung rokok atau melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.
“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat adanya kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada pihak terkait agar bisa cepat ditangani,” tegasnya.
BPBD Kotim juga berharap peran aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (H-2)
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Data yang diperoleh Media Indonesia dari KPH Lawu selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan, kebakaran hutan selalu muncul ketika kemarau menggantang lingkungan hutan.
Dana hasil penegakan hukum tersebut, lanjut Lukita, dikembalikan untuk mendukung pemulihan ekosistem hutan yang rusak akibat kebakaran.
BMKG mencatat 310 titik panas di Riau, didominasi Bengkalis. Sejumlah titik sudah jadi api dengan asap tebal, pemadaman darat dan water bombing terus dilakukan.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Dari Januari hingga Agustus, sebanyak 86 kasus berhasil diungkap dengan total 104 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Proposal tersebut merupakan syarat administrasi untuk dapat direalisasikannya pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 1 pada Tahun 2025.
Pemerintah Kotim kini berupaya keras meningkatkan produktivitas pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved