Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI penyintas banjir di Provinsi Aceh masih sangat memprihatinkan. Memasuki hari ke-55 pascabencana yang melanda pada 27 November 2025 lalu, puluhan ribu rumah warga masih terkubur lumpur dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter hingga 2 meter.
Tergerak oleh keprihatinan tersebut, ratusan orang yang tergabung dalam Group Silaturrahmi Semangat '98 turun langsung ke lapangan. Komunitas para veteran pejuang reformasi ini melakukan aksi gotong royong dan penyaluran bantuan di Gampong Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (19/1).
Sejumlah tokoh tampak hadir dalam aksi tersebut, di antaranya mantan Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal, mantan Wakil Wali Kota Sabang Islamudin, Kadis Perpus Aceh Tenggara Iqbal Selian, dan mantan Kadis Perikanan Aceh Tenggara Aliman Selian. Mereka yang kini berprofesi sebagai pejabat hingga wiraswasta ini kembali ke lapangan untuk membersihkan fasilitas publik.
Fokus pembersihan menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa. Selain itu, mereka memperbaiki pesantren yang rusak akibat terjangan banjir.
Presiden Komunitas Aktivis 98 Aceh, Islamudin, menyebutkan bahwa bantuan fisik ini juga dibarengi dengan pemberian perlengkapan ibadah.
"Pihaknya menyumbangkan mushaf Al-quran, buku naskah Quran metode Iqra, serta perlengkapan shalat pria dan wanita. Lalu bersedekah alakadar kepada Teungku Dayah atau guru pesantren setempat," ujar Islamudin.
Harapannya, aksi ini dapat menjadi penopang kehidupan warga untuk bangkit kembali. Sekjen Komunitas Aktivis 98, Abdurrauf, menekankan pentingnya kesiapan mental dan sarana menjelang bulan suci.
"Ini tanggung jawab bersama, menjelang Bulan Ramadan para penyintas harus lebih baik. Korban banjir juga bermaksud menyambut Ramadhan dengan ceria penuh berkah, ingin menuai keampunan. Lalu mau merasakan nikmatnya berbuka dan menanti indahnya waktu sahur," tutur Abdurrauf.
Aksi kemanusiaan ini juga diperkuat oleh kehadiran Dara Aktivis 98. Selama dua hari, para relawan perempuan ini menginap di tenda pengungsi untuk memberikan dukungan psikologis bagi kaum ibu agar segera bangkit dari trauma bencana.
Sebagai bentuk kepedulian sesama perempuan, mereka membagikan paket bumbu dapur tradisional khas Aceh kepada setiap keluarga. Wakil Bendahara Komunitas Aktivis 98 Aceh, Dewi Meutia, menjelaskan bahwa peran ibu di dapur adalah kunci ketahanan keluarga.
"Bila sehari saja tidak ada kehadiran sosok perempuan di dapur, tentu anak yang baru sampai di rumah pulang dari sekolah akan merasa seperti terabaikan. Lalu kehadiran ibu di meja makan adalah pelengkap rasa kenikmatan mencicipi hidangan," jelas Dewi Meutia.
Meski sederhana, paket bumbu yang berisi belasan jenis bahan ini dianggap sangat berharga bagi para ibu untuk kembali melayani keluarga di tengah keterbatasan pascabanjir. (Z-1)
Warga dan pelajar terpaksa menggunakan rakit darurat untuk menyeberangi sungai karena belum adanya perbaikan jalan dan jembatan di daerah tersebut.
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
“Sebanyak 70 personel gabungan dengan dukungan enam unit excavator kami kerahkan untuk membuka kembali akses jalan, jalur menuju rumah warga, serta membersihkan fasilitas sekolah,”
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved