Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 23 daerah terutama Pantura dan Jawa Tengah bagian selatan Minggu (9/11), diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung.
Pagi cuaca pada umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur di sebagian besar daerah di Jawa Tengah dengan waktu bervariasi, bahkan 23 daerah berpotensi terjadi cuaca ekstrem sehingga warga diminta untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi.
Waspadai juga gelombang tinggi berpotensi di perairan Jawa Tengah, di perairan selatan gelombang mencapai ketinggian 1,25-3 meter, sedangkan di perairan utara selain air laut pasang (rob) juga ketinggian gelombang capai 0,5-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
"Waspada gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah berkisar 2,5-3 meter dan rob di perairan utara dengan ketinggian maksimum 1 meter," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila Minggu (9/11).
Gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah, ungkap Shafira Tsanyfadhila, cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot, sedangkan rob terjadi di perairan utara berpotensi menimbulkan banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N secara terpisah mengatakan cuaca ekstrem masih berpotensi di 23 daerah di Jawa Tengah terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian selatan, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada akhir pekan Minggu (9/11) , menurut Arif, yakni Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah, lanjut Arif, berpeluang diguyur hujan ringan-sedang secara merata dengan waktu bervariasi. "Angin bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," tambahnya. (H-2)
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
STASIUN Meteorologi pada BMKG Yogyakarta mengimbau masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta waspada cuaca ekstrem hingga 25 Januari mendatang.
Pada awal 2026, Indonesia masih merasakan pengaruh fenomena La Nina.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved